BI Maluku Pacu Digitalisasi & Sektor Syariah, Jaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
- 17 Apr 2026 18:15 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku membidik akselerasi ekonomi syariah dan digitalisasi sebagai strategi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini merespons capaian positif ekonomi Maluku yang mampu tumbuh sebesar 5,44% pada triwulan IV-2025.
Plt. Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Ditha Aditya Nugraha, menyatakan sinergi lintas sektor menjadi harga mati untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini salah satunya diwujudkan melalui perhelatan Salam Fest Moluccas Digifest 2026 yang berlangsung di Pattimura Park, 16 s.d. 18 April 2026.
"Capaian 5,44 persen ini adalah momentum. Fokus kami sekarang adalah memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor modest fashion, dan produk halal, yang dipadukan dengan percepatan sistem pembayaran digital," ujar Ditha dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Menurut Ditha, penguatan ekosistem syariah tidak hanya soal religi, melainkan membangun konektivitas antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan. Di sisi lain, BI terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk menciptakan efisiensi ekonomi.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia ini, diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang melek digital di Maluku. "Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemkot Ambon, dan seluruh mitra. Kolaborasi ini adalah mesin utama agar ekonomi kita tidak hanya tumbuh tinggi, tapi juga berdaya tahan menghadapi tantangan ke depan," katanya.
Selama tiga hari, Salam Fest menjadi pusat edukasi sekaligus pameran capaian program digitalisasi dan ekonomi syariah, yang mempertemukan langsung para pelaku usaha dengan akses pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....