Peringati HAN ke-42, Pemprov Maluku Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak

  • 24 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Mandala Remaja, Ambon, pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Provinsi Maluku, perwakilan UNICEF, serta berbagai pemangku kepentingan.

Mewakili Gubernur Maluku, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Maluku, Faradilla Attamimi, membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri. Ia menegaskan bahwa peringatan HAN merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 sebagai momentum nasional untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Peringatan HAN ke-42 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”. Tema ini menekankan bahwa anak adalah pribadi berharga sekaligus subjek pembangunan yang harus dihormati, dilindungi, dan didengar pendapatnya sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Dalam sambutan tersebut, Menteri PPPA menekankan bahwa investasi terbaik bagi bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menjawab tantangan yang dihadapi anak, seperti kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, hingga ancaman kejahatan digital, Kementerian PPPA memperkuat perlindungan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS RANA) dan Kampanye Bersama Lindungi Anak (BERLIAN). Kedua program ini mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan aman dan ramah anak.

GERNAS RANA mengintegrasikan pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap kasus kekerasan. Sementara Kampanye BERLIAN mengajak keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga media untuk bersama-sama menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak Indonesia.

Selain itu, Kementerian PPPA juga mendorong internalisasi tujuh nilai dasar bagi anak Indonesia, yakni berakhlak mulia, cerdas, berani, peduli, bahagia, aman, dan bertanggung jawab. Menteri PPPA berpesan agar anak-anak berani melapor jika mengalami atau menyaksikan kekerasan, termasuk melalui layanan SAPA 129. Peringatan HAN ke-42 diharapkan memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....