Belasan Tahun, MBD Masih Bergantung ke Timor Leste

  • 22 Jul 2025 21:46 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Anggota DPRD Maluku Yan Zamora Noach menyoroti ketimpangan pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang pada 21 Mei 2025 genap berusia 17 tahun. Ia mengingatkan pentingnya perhatian serius pemerintah mengatasi beragam persoalan yang dihadapi masyarakat perbatasan.

“MBD saat ini ibarat remaja 17 tahun yang masih membutuhkan pendampingan dan topangan dari seluruh elemen bangsa,” ujar Noach kepada wartawan di gedung DPRD Maluku pada Senin (21/7/2025).

Dikatakan, sebagai daerah yang termasuk dalam kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), MBD menghadapi tantangan berat, terutama dari segi infrastruktur pembangunan maupun pelayanan dasar lainnya.

Salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah akses kesehatan yang masih jauh dari memadai, sehingga tidak sedikit warga yang memilih berobat ke Timor Leste, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke Ambon.

“Kalau ke Ambon harus menempuh ratusan kilometer, tapi ke Timor Leste hanya 17 kilometer. Ini kenyataan yang dihadapi masyarakat kita di perbatasan,” kata Noach.

“Kami butuh rumah sakit yang layak agar tidak ada lagi stigma bahwa Garuda di dadaku, tapi perutku di Timor Leste," katanya menambahkan.

Dari situasi itu, Noach menilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum merata, meski Indonesia telah hampir delapan dekade merdeka. Dia berharap pembangunan di MBD tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan.

“Kita semua punya tanggung jawab moral membangun MBD, baik sebagai rakyat, pejabat, maupun aparatur negara. Mari bekerja bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dengan penuh harapan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....