Vanath Ungkap Dampak Penurunan Dana Transfer Pusat Terhadap Kemiskinan Maluku
- 09 Jun 2026 20:38 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath membeberkan, penurunan alokasi dana transfer pusat akibat efisiensi anggaran nasional pada tahun 2025 dan 2026 berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah. Ini menjadi salah satu pemicu rendahnya pendapatan masyarakat yang berujung pada tantangan kemiskinan di Maluku.
Menurut Vanath, struktur ekonomi Maluku saat ini masih sangat bergantung pada belanja pemerintah melalui APBD maupun APBN, mengingat daerah tersebut belum memiliki sektor industri skala besar. Berkurangnya stimulus dana dari pusat secara langsung memengaruhi jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat Maluku.
“Pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar. Ketika dana yang beredar berkurang, tentu akan berdampak pada kemampuan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Vanath dalam FGD bersama BPKP Maluku di Ambon pada Selasa, 9 Juni 2026.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Maluku mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi lokal di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Komoditas unggulan seperti cengkeh, pala, kelapa, dan kakao dinilai harus terus dikembangkan secara konsisten sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi warga.
Bahkan, Pemprov Maluku telah mengusulkan program penyediaan bibit kakao yang disertai dukungan pendapatan bulanan kepada Kementerian Pertanian, meski saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran. Vanath berharap kondisi fiskal nasional segera membaik agar dana transfer daerah kembali pulih dan program pengentasan kemiskinan berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....