Anak-Anak Abubu Bersemangat Menjaga Musik Jukulele Tetap Hidup
- 21 Sep 2026 13:14 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Semangat anak-anak dalam menjaga keberlangsungan musik khas Maluku terlihat di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Di negeri tersebut, jukulele terus diperkenalkan kepada anak-anak sebagai bagian dari ruang belajar, kreativitas, sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan terhadap musik tradisional Maluku.
Upaya tersebut mendapat perhatian dari Moluccan Jukulele Leaders (MJL). Pada Sabtu, 19 September 2026, Koordinator MJL Nicko Tulalessy bersama tim melakukan kunjungan antar-pulau ke Negeri Abubu untuk bertemu dengan komunitas jukulele yang berkembang di wilayah tersebut.
Saat dihubungi melalui telepon seluler, Nicko mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya MJL membangun hubungan dengan komunitas-komunitas jukulele yang tumbuh di berbagai pelosok Maluku.
Menurutnya, keberadaan komunitas di daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan musik jukulele di Maluku.
Salah satu ruang yang dinilai penting adalah SD Negeri 32 Maluku Tengah. Di sekolah tersebut, aktivitas bermain jukulele telah berjalan dan menjadi bagian dari ruang pengembangan bakat dan minat siswa di bidang musik.
Kepala SD Negeri 32 Maluku Tengah, Elsina Leleury, S.Pd.Gr, mengatakan kehadiran MJL memberikan pengalaman sekaligus motivasi baru bagi para siswa untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka dalam bermain jukulele.
Dalam kunjungan tersebut, MJL juga menggelar coaching clinic, berbagi teknik bermain jukulele serta melakukan interaksi langsung dengan para siswa dan komunitas.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar teknik bermusik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi dengan para pegiat jukulele dari luar komunitasnya.
Kunjungan Moluccan Jukulele Leaders ke Negeri Abubu dan komunitas jukulele di wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring antarkomunitas, sekaligus memastikan komunitas jukulele di daerah dapat terus berkembang dan tidak berjalan sendiri.
Melalui keterlibatan anak-anak dalam aktivitas jukulele, musik tradisional Maluku diharapkan tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....