Latuhalat Konsisten Lestarikan Adat Sasi Laut dan Tradisi Pela Gandong
- 14 Sep 2026 16:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Negeri Latuhalat yang terletak di pesisir selatan Pulau Ambon, Kecamatan Nusaniwe, terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya dan tradisi lokal di tengah arus modernisasi. Negeri yang dikenal dengan keindahan alam lautnya ini tetap mempertahankan nilai-nilai adat serta kehidupan masyarakat yang religius dalam kesehariannya.
Upu Latu Negeri Latuhalat, Audy Salhuteru, menegaskan pentingnya penerapan aturan adat Sasi Laut untuk menjaga ekosistem perairan wilayahnya. Aturan ini menentukan jadwal khusus bagi warga dalam memanen hasil laut seperti teripang, lola, dan ikan. Bagi siapapun yang melanggar ketentuan tersebut, sanksi adat yang tegas siap dijatuhkan demi menjamin keberlanjutan sumber daya laut.
Selain perlindungan alam, pelestarian bahasa daerah juga terus didorong melalui komunikasi sehari-hari antara orang tua dan anak. Penggunaan bahasa daerah Latuhalat yang berdampingan dengan bahasa Ambon menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya lokal, di samping penggunaan pakaian adat seperti Baju Cele dan Baju Kurung pada momen-momen penting.
Kehidupan sosial masyarakat Latuhalat diperkuat melalui ikatan Pela Gandong dengan beberapa negeri tetangga di Ambon dan Maluku Tengah. Ikatan persaudaraan adat ini aktif difungsikan untuk saling membantu saat terjadi acara duka, perayaan pesta, hingga penyelesaian konflik sosial.
Rangkaian pesta rakyat, syukuran laut, hingga kuliner khas seperti ikan bakar colo-colo dan papeda kuah kuning semakin melengkapi kekayaan tradisi pesisir ini. Seluruh potensi adat dan kebudayaan tersebut terus dipelihara sebagai fondasi utama dalam memajukan Negeri Latuhalat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....