Peran Wanita sebagai Penerus Budaya Maluku

  • 30 Jul 2026 15:07 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Perempuan Maluku terus menunjukkan peran strategis sebagai penerus sekaligus penjaga warisan budaya daerah. Melalui keterlibatan dalam berbagai tradisi, kesenian, kerajinan, hingga adat istiadat, kaum perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Maluku agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Salah satu contoh nyata adalah tradisi Papalele atau Jibu-Jibu, yakni perempuan yang memasarkan hasil laut dan hasil bumi dengan cara tradisional. Selain menopang ekonomi keluarga, tradisi ini menjadi simbol ketangguhan perempuan Maluku dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Tak hanya itu, perempuan Maluku juga berperan aktif dalam mengajarkan tarian daerah, lagu-lagu tradisional, bahasa daerah, serta mengolah kuliner khas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Peran tersebut memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap adat yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku terus mendorong pelibatan perempuan dan generasi muda dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya melalui edukasi, literasi budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Langkah ini diharapkan mampu memastikan warisan budaya Maluku tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Melalui semangat, kreativitas, dan dedikasi perempuan, budaya Maluku tidak hanya dipertahankan sebagai warisan leluhur, tetapi juga menjadi identitas yang membanggakan serta mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Penulis : Sumiaty Manilet, S. Pd

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....