Sinergi Kebudayaan dan Ekonomi Hijau Dorong Rutong Jadi Negeri Binaan

  • 14 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku menjalin sinergi dengan Negeri Rutong untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Melalui program Negeri Binaan, fokus utama diarahkan pada pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan ekonomi hijau dengan mengoptimalkan potensi kebudayaan yang ada.

Raja Negeri Rutong, Reza V. Maspaitella, menyampaikan kolaborasi ini bertujuan mewujudkan Rutong sebagai negeri modern yang tetap memegang teguh nilai budaya lokal. Visi tersebut didukung penuh oleh BPK Wilayah XX Maluku melalui empat pilar utama, yakni pengembangan, perlindungan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya secara berkelanjutan.

Salah satu wujud nyata dari sinergi ini terlihat pada penerimaan kunjungan 100 turis mancanegara asal Australia, Denmark, Amerika Serikat, Inggris, dan Italia. Para wisatawan disambut dengan tarian Cakalele, musik totobuang, pengalungan kain tenun, serta diajak menikmati tur keliling negeri hingga ke area Ekowisata Sagu.

Dalam Ekowisata Sagu, para tamu menyaksikan langsung proses olah sagu tradisional yang diiringi musik ukulele dan nyanyian anak-anak SD. Pengolahan sagu ini diposisikan bukan sekadar sebagai sumber pangan harian, melainkan juga simbol ketahanan pangan, identitas budaya, serta fondasi masa depan generasi Maluku.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku menegaskan bahwa keterlibatan lintas sektor—mulai dari pemerintah, Polri, BPK, perguruan tinggi, hingga gereja dan masyarakat adat—kian memperkuat citra Maluku sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Strategi pelestarian lingkungan seperti aturan Sasi serta regenerasi folklor ke anak muda menjadi pilar utama keberlanjutan tradisi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....