Yayasan Generasi Warna-Warni Dorong Kreativitas Anak lewat Seni dan Olahraga

  • 24 Apr 2026 18:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap potensi pariwisata dan budaya lokal terus dilakukan oleh Yayasan Generasi Warna-warni. Melalui berbagai program kreatif, yayasan ini berhasil menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian lingkungan, serta minat belajar pada anak-anak di Banda Neira.

Pendiri yayasan, Mita Alwi, menjelaskan bahwa perubahan positif mulai terlihat dari kebiasaan kecil anak-anak. Mereka kini lebih sadar akan kebersihan lingkungan, bahkan mulai terbiasa bertanya tentang tempat sampah setelah makan. Selain itu, anak-anak juga mulai berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan wisatawan asing.

“Anak-anak sekarang sudah paham bahwa Banda punya potensi besar di pariwisata, jadi mereka mau belajar bahasa Inggris supaya bisa berinteraksi dengan turis,” ujar Mita, ketika diajak ngobrol dalam program acara Paparisa Komunitas Pro 4 RRI Ambon yang dipandu host Liza Siahaan.

Yayasan Generasi Warna-warni sendiri telah berdiri sejak 2011. Awalnya, kegiatan ini dimulai dari inisiatif sederhana saat Mita masih menempuh pendidikan di London. Bersama teman-temannya, ia menggalang dana dengan cara mengamen dan berhasil mengumpulkan sekitar enam juta rupiah sebagai modal awal untuk membangun kegiatan di Banda.

Dana tersebut digunakan untuk membeli alat musik, perlengkapan melukis, serta kebutuhan dasar seperti karpet dan buku-buku. Meski dengan fasilitas sederhana, kegiatan belajar tetap berjalan, bahkan hingga kini masih menerapkan konsep lesehan.

Dalam perjalanannya, yayasan sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari sebagian pihak hingga vakum selama beberapa tahun. Namun kini, respons masyarakat justru semakin positif. Banyak guru yang merekomendasikan muridnya untuk bergabung dalam kegiatan yayasan.

Program yang dijalankan pun semakin beragam, mulai dari kelas melukis, literasi, musik, hingga pengembangan bakat melalui seni pertunjukan. Bahkan, anak-anak telah mampu menampilkan pertunjukan teater, menari, dan menyanyi dengan lagu ciptaan sendiri yang mendapat apresiasi dari orang tua dan guru.

Melihat kebutuhan anak-anak yang beragam, yayasan juga membuka program olahraga seperti sepak bola, khususnya untuk anak-anak yang kurang tertarik pada seni. Namun demikian, Mita tetap menekankan keseimbangan antara pengembangan kreativitas dan fisik.

“Anak-anak ini sebenarnya bukan nakal, mereka hanya butuh wadah untuk menyalurkan bakat dan energi mereka,” tambahnya. Bahkan ada beberapa anak yang saat ini telah sukses menjadi musisi dan fotografer hasil didikan dari yayasan Generasi Warna warni

Seluruh kegiatan di Yayasan Generasi Warna-warni diberikan secara gratis. Untuk menjaga keberlanjutan program, komunitas ini terus berinovasi dalam penggalangan dana, termasuk melalui pertunjukan seni dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ke depan, yayasan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Banda yang kreatif, sadar lingkungan, serta bangga akan budaya dan daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....