Kalesang Maluku Angkat Tradisi Hela Rotan Aboru lewat Tarian Kreasi

  • 06 Jul 2026 11:18 WIB
  •  Ambon

Kalesang Maluku Angkat Tradisi Hela Rotan Aboru Lewat Tari Kreasi

RRI.CO.ID, Ambon – Komunitas Kalesang Maluku terus berinovasi dalam melestarikan budaya daerah dengan mengangkat tradisi-tradisi lokal ke dalam karya tari kreasi. Salah satunya adalah tradisi Hela Rotan dari Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, yang kini dikemas menjadi sebuah pertunjukan tari sebagai upaya memperkenalkan budaya Maluku kepada masyarakat luas.

Ketua Komunitas Kalesang Maluku, Pemilaun Vigel Faubun, S.Pd, yang biasa disapa Vigel, mengatakan bahwa meskipun komunitas yang dipimpinnya berfokus pada pelestarian tarian tradisional, saat ini Kalesang Maluku juga banyak mengembangkan tari kreasi yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat dan cerita rakyat Maluku.

"Fokus kami tetap pada pelestarian budaya. Tetapi sekarang kami lebih banyak menciptakan tari kreasi yang lahir dari kehidupan masyarakat Maluku, seperti kehidupan nelayan, tradisi adat, hingga cerita rakyat," ujar Vigel dalam Dialog Budaya bertema "Tarian Adat Maluku sebagai Daya Tarik Wisata Budaya," di Pro 4 RRI Ambon, 3 Juli lalu.

Menurutnya, kehidupan masyarakat pesisir menjadi salah satu inspirasi utama dalam menciptakan karya tari. Sebagai daerah kepulauan yang memiliki wilayah laut lebih luas dibanding daratan, aktivitas masyarakat seperti melaut, memancing, hingga perempuan yang mengumpulkan hasil laut diangkat menjadi pertunjukan seni yang memiliki nilai edukasi sekaligus hiburan.

Selain kehidupan nelayan, Kalesang Maluku juga menciptakan tari kreasi yang mengangkat tradisi Hela Rotan dari Negeri Aboru. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu memiliki makna filosofis yang kuat tentang persatuan, kekompakan, dan semangat kebersamaan masyarakat.

"Hasil penelitian pribadi yang saya lakukan menunjukkan bahwa Hela Rotan bukan sekadar tradisi menarik rotan bersama. Di dalamnya ada nilai kekeluargaan, persatuan, kebersamaan, dan kerinduan masyarakat untuk tetap hidup dalam ikatan yang kuat," jelas Vigel.

Ia menjelaskan, proses penciptaan tari Hela Rotan dilakukan melalui riset terhadap sejarah dan makna budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut. Hasilnya, tari kreasi Hela Rotan kini mulai dipentaskan dalam berbagai kegiatan seni sebagai media promosi budaya Maluku.

Salah satu penampilan perdana tari tersebut digelar dalam Pagelaran Seni dan Literasi (Gensi) yang diselenggarakan Yayasan Elpidos pada 20 Juni lalu di Taman Budaya Ambon. Dalam pertunjukan itu, sebanyak 39 penari dari Negeri Aboru berkolaborasi menampilkan tari kreasi Hela Rotan yang dipadukan dengan atraksi tradisi Hela Rotan secara langsung di atas panggung.

Menurut Vigel, penampilan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Komunitas Kalesang Maluku dengan para pelajar SMA Negeri 19 Maluku Tengah asal Negeri Aboru. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Aboru kepada masyarakat yang lebih luas.

"Yayasan Elpidos meminta sebuah pertunjukan yang memiliki ciri khas Maluku. Karena ketua yayasan berasal dari Aboru, kami sepakat mengangkat Hela Rotan menjadi karya tari agar masyarakat mengenal budaya Aboru melalui seni pertunjukan," katanya.

Meski demikian, penampilan berikutnya belum dapat menghadirkan seluruh anggota tim karena kendala transportasi dan cuaca buruk yang melanda perairan Maluku. Sebanyak 12 penari dari Aboru tidak dapat bergabung sehingga tim harus menyesuaikan kembali pola lantai dan formasi pertunjukan.

Figal berharap semakin banyak tradisi lokal Maluku yang dapat didokumentasikan dan dikembangkan menjadi karya seni kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

"Melalui seni tari, kami ingin memperkenalkan budaya Maluku kepada masyarakat luas sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas budayanya sendiri," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....