Moluccas Coastal Care Angkut 736,11 Kg Sampah Plastik Pesisir

  • 23 Sep 2024 06:58 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: LSM Moluccas coastal care kembali melakukan aksi bersih pesisir dengan berkolaborasi bersama pemerintah kecamatan banda, komunitas, TNI/Polri, Kampus, sekolah, organisasi masyarakat dan juga instansi terkait di Banda Naira, Maluku Tengah.

MCC bersama 68 orang relawan bekerjasama mengangkat sampah khusus plastik di pesisir pantai Tita lama, Desa Nusantara, Banda Naira. Dalam waktu satu jam tiga puluh menit aksi tersebut berhasil mengangkat sebanyak 44 karung dengan berat 736,11 Kg sampah plastik.

Koordinator LSM Moluccas coastal care Teria Salhuteru menjelaskan, kegiatan aksi bersih pesisir ini merupakan inisiatif dari MCC dan PT. PLN Persero UIW MMU, sebagai bentuk edukasi dan upaya aktif menggerakkan berbagai stakeholder untuk bersama-sama bijak dalam mengelolah sampah plastik dan mengubah pola hidup masyarakat agar hidup bersih dan menjaga alam.

"Sebanyak 44 karung dengan berat 736,11 Kg sampah plastik itu kami serahkan kepada bank sampah yayasan cahaya samudra indonesia untuk diolah,"jelas Teria Salhuteru.

Selain aksi bersih langsung, kata Salhuteru, MCC juga melakukan kampanye melalui media sosial untuk menyadarkan semua lapisan masyarakat agar memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya.

"MCC berkegiatan di Banda sejak akhir tahun 2020 yang lalu, dan kami terus melakukan aksi-aksi untuk melestarikan lingkungan laut, salah satunya dengan melakukan aksi bersih pesisir."sambung Salhuteru

Kalau mau dilihat sebenarnya persoalan sampah di Banda belum terselesaikan dengan baik, penyebabnya karna masih minim kesadaran dari masyarakat, minim tempat pengelolaan sampah dan regulasi dari pemerintah yang lemah, hal ini bukan saja terjadi di Banda tapi pada umumnya di Tanah Maluku.

"Sekarang kita bisa lihat kalau ke pulau-pulau kecil pasti ada saja sampah di pesisir laut, entah itu terbawa oleh ombak, terapung di lautan dan berada disepanjang pesisir pantai. Maluku yang dikenal dengan wilayah pesisir dan Pulau-pulau kecil yang cantik, kini ternodai dengan sampah plastik,"ungkap Teria.

Sementara itu, Babinpotmar Banda Faisal Magrib mengaku, Kepedulian itu datang dari kesadaran masyarakat. Jadi kapan kita mau peduli, kalau bukan dari masyarakat Banda sendiri.

" Aksi ini merupakan kegiatan yang mulia untuk membersihkan sampah yang berserakan di pantai"kata Magrib.

Dirinya mengajak masyarakat untuk peduli akan sampah, karena kebersihan itu bagian dari pada iman.

Rekomendasi Berita