Hari Jadi Kota Yogyakarta, Merawat Sejarah dan Budaya
- 07 Okt 2026 06:51 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Tanggal 7 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kota Jogja. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Yogyakarta dan pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Yogyakarta, pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dimulai pada 1755. Setelah hampir satu tahun pembangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga dan pengikutnya berpindah dari Ambarketawang menuju keraton yang baru selesai dibangun pada 7 Oktober 1756. Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Yogyakarta.
Penetapan tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Hari Jadi Kota Yogyakarta. Dalam peraturan tersebut disebutkan, Hari Jadi Kota Yogyakarta didasarkan pada peristiwa kepindahan Sri Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarga dari Ambarketawang memasuki Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 7 Oktober 1756.
Hari Jadi Kota Yogyakarta menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban kota. Peristiwa kepindahan Sultan ke keraton baru tersebut tidak hanya menandai terbentuknya pusat pemerintahan baru, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan budaya dan identitas masyarakat Yogyakarta.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut dapat berupa pertunjukan seni dan budaya, pementasan wayang, tasyakuran, hingga berbagai kegiatan masyarakat yang mengangkat tradisi dan kebudayaan lokal.
Peringatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah Kota Yogyakarta. Berbagai kegiatan budaya diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga serta meneruskan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda.
Hari Jadi Kota Yogyakarta yang diperingati setiap 7 Oktober pada akhirnya bukan sekadar peringatan bertambahnya usia kota. Momentum tersebut menjadi pengingat perjalanan sejarah Yogyakarta sejak 1756 sekaligus upaya menjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai yang telah berkembang di tengah masyarakat hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....