Gubernur Maluku di HUT ke-91 GPM: Gereja dan Pemerintah Mitra Sejajar Bangun Maluku

  • 08 Sep 2026 06:43 WIB
  •  Ambon

Laporan Bertje Minanlarat

RRI.CO.ID. Ambon — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan posisi strategis Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai mitra sejajar pemerintah dalam mengawal peradaban spiritual dan sosial masyarakat. Hal tersebut disampaikannya di hadapan ribuan warga jemaat pada puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM di Ambon, pada Minggu 6 September 2026.

Di tengah era ketidakpastian global, disrupsi teknologi, dan kompleksitas tantangan sosial-ekonomi, Gubernur menekankan bahwa pembangunan fisik semata tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya penguatan kompas moral dan karakter manusia.

Rumah Bersama Pembentuk Karakter Bangsa.

Perayaan HUT ke-91 GPM yang mengusung tema "Bersyukurlah dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah" dihadiri oleh jajaran Forkopimda Maluku dan Kota Ambon, pimpinan perguruan tinggi, tokoh lintas agama, serta para pimpinan Gereja dari berbagai denominasi.

Dalam Sambutannya Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh pimpinan dan warga GPM di Maluku dan Maluku Utara. Ia menyebut GPM bukan sekadar pilar peradaban spiritual, melainkan rumah bersama yang ikut membentuk jiwa, identitas, dan karakter manusia Maluku menjadi masyarakat yang tangguh, beradab, dan beriman.

"GPM adalah rumah bersama yang telah ikut membentuk jiwa, identitas, dan karakter manusia Maluku-Maluku Utara, menjadikan masyarakat yang tangguh, beradab, dan beriman," ujarnya.

Menghadapi Paradoks Era Digital

Gubernur menyoroti adanya paradoks besar di era modern: manusia semakin terhubung secara digital, namun cenderung semakin jauh secara emosional dan spiritual. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan percepatan arus informasi menuntut gereja untuk tidak kehilangan relevansinya.

GPM, lanjutnya, harus hadir di tengah dunia yang dinamis untuk merawat martabat manusia, menguatkan keluarga yang menghadapi pergumulan, menjaga lingkungan hidup, serta menghadirkan pelayanan publik dan sosial yang membebaskan.

Sinergi Pemerintah dan Gereja.

Gubernur menegaskan Pemerintah Daerah memiliki misi menghadirkan kesejahteraan material, namun pembangunan fisik, seperti gedung, jalan, dan infrastruktur lainnya, akan menjadi sia-sia jika manusia di dalamnya kehilangan kompas moral.

"Maluku tidak hanya membutuhkan infrastruktur beton dan baja, tetapi juga membutuhkan jiwa-jiwa yang kokoh dan berintegritas. Di sinilah Gereja dan Pemerintah berjalan sebagai mitra sejajar," katanya.

Ia memaparkan sejumlah agenda strategis Pemerintah yang sedang berjalan, seperti pengembangan Maluku Integrated Port/Logistic Hub, hilirisasi sektor pertanian dan perikanan, serta pembangunan RSUD tipe C di lima kabupaten, yang diintegrasikan dengan perjuangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.

Menutup pidatonya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menolak prasangka, serta menjadikan rasa takut akan Allah sebagai fondasi utama dalam membangun Maluku yang inklusif dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....