Kuini, Buah Lokal Maluku dengan Aroma yang Menggoda
- 30 Sep 2026 14:24 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Buah kuini atau kweni merupakan salah satu buah lokal yang masih satu keluarga dengan mangga dan dikenal memiliki aroma yang lebih kuat. Buah dengan nama latin Mangifera odorata ini banyak dijumpai di sejumlah wilayah Maluku, termasuk Taniwel, Piru dan kawasan Seram.
Kuini memiliki bentuk bulat lonjong dengan kulit berwarna hijau kekuningan ketika matang. Daging buahnya berwarna kuning hingga oranye, dengan tekstur berserat halus serta perpaduan rasa manis dan asam yang menyegarkan.
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari kuini adalah aromanya yang tajam dan khas. Bahkan ketika buah belum berada tepat di depan mata, aroma harum kuini yang matang dapat tercium dari jarak tertentu.
Di Ambon dan sejumlah wilayah Seram Bagian Barat, kuini umumnya memasuki musim sekitar Desember hingga Februari. Saat musim tiba, buah ini dapat ditemukan di pasar maupun di dusun-dusun masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain disantap langsung, kuini juga kerap diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Di Maluku, kuini muda dapat dicacah dan dipadukan dengan cabai, bawang serta bahan pelengkap lainnya untuk menghasilkan sambal kuini yang memiliki cita rasa pedas, asam dan segar.
Kuini juga dapat diolah menjadi jus, rujak hingga manisan. Sementara bagi masyarakat yang mengonsumsinya langsung, buah sebaiknya dicuci dan dikupas dengan baik karena getah pada kulit dapat menyebabkan rasa gatal atau iritasi pada sebagian orang.
Secara umum, kuini mengandung vitamin, mineral, serat dan senyawa antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam dan seimbang. Namun, konsumsi buah tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama bagi orang yang memiliki riwayat alergi terhadap buah dari keluarga mangga.
Di Pasar Mardika Ambon, kuini pada musimnya disebut dapat dijual sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per tumpuk. Bagi masyarakat Maluku, keberadaan kuini bukan sekadar soal rasa dan aroma, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal yang muncul mengikuti musim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....