Rumah Generasi Dorong Penguatan Pendidikan Inklusif di Kota Ambon
- 29 Sep 2026 23:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon-Rumah Generasi melalui Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) mendorong penguatan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Ambon.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Diskusi Pengembangan Sekolah Piloting dan Optimalisasi Fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pendidikan, yang melibatkan Dinas Pendidikan Kota Ambon, ULD Pendidikan, serta sekolah piloting.
Program Officer Program INKLUSI Yayasan Rumah Generasi, Popy Siahaya, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari assessment layanan pendidikan inklusif yang sebelumnya dilakukan Rumah Generasi pada 10 sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Ambon.
Hasil assessment tersebut telah didiseminasikan kepada Dinas Pendidikan dan pihak sekolah pada 2024. Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kota Ambon menetapkan dua sekolah, masing-masing jenjang SD dan SMP, sebagai sekolah piloting pengembangan pendidikan inklusif melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Nomor 150 Tahun 2024.
Program tersebut diarahkan untuk memastikan pendidikan inklusif tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi dapat diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini, sejumlah hal menjadi fokus pembahasan, di antaranya capaian dan tantangan sekolah piloting dalam menerapkan pendidikan inklusif, peran strategis ULD Pendidikan, serta pengembangan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, sekolah dan ULD.
Siahaya mengaku, Rumah Generasi juga mendorong penyusunan joint action plan atau rencana aksi bersama untuk mengoptimalkan fungsi ULD Pendidikan, termasuk dari aspek sumber daya manusia, kelembagaan, dan jejaring layanan.
Melalui penguatan tersebut, pendidikan inklusif diharapkan mampu memberikan akses dan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas.
"Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan model kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan inklusif secara berkelanjutan di Kota Ambon,"kata Popy.
Dikatakan, sebanyak 19 peserta direncanakan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan Kota Ambon, ULD Pendidikan, dua sekolah piloting, serta Tim INKLUSI-Rumah Generasi.
Rangkaian kegiatan mencakup presentasi perkembangan sekolah piloting, pemaparan mengenai pendidikan inklusif oleh ULD Pendidikan, pembahasan peran ULD dan pengembangan sekolah inklusif, identifikasi hambatan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut bersama.
Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat komitmen Dinas Pendidikan dan sekolah dalam mengembangkan kebijakan maupun praktik pendidikan inklusif di Kota Ambon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....