Kapolda Maluku Perintahkan Polsek Perkuat Deteksi Dini Konflik

  • 16 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan, jajaran kepolisian di tingkat kewilayahan harus lebih aktif membaca dan mencegah potensi konflik sosial sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas. Penguatan program inovatif Polima, Baileo Emarina, serta optimalisasi peran Polsek sebagai basis pembinaan masyarakat dan deteksi dini menjadi perhatian utama Kapolda dalam menjaga situasi keamanan di Maluku.

Arahan tersebut disampaikan Dadang saat memimpin Rapat Koordinasi Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas bersama Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolres dan Kapolsek jajaran melalui konferensi video di Ruang Command Center Polda Maluku, Selasa (15/9/2026).

Dalam rapat itu, Kapolda meminta jajarannya mengubah pola kerja kepolisian, dari yang semata-mata merespons kejadian menjadi lebih proaktif mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kekuatan Polri dalam menjaga Kamtibmas tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga kemampuan membangun kedekatan, komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

“Kedekatan Polisi dengan masyarakat harus diperkuat. Bagaimana masyarakat bisa proaktif dengan Polisi kalau mereka tidak mengenal Polisi yang bertugas di wilayahnya? Karena itu, Polima dan sambang Binmas harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” kata Dadang.

Ia menekankan, Polsek harus kembali diperkuat sebagai ujung tombak kepolisian di wilayah. Sebab, Polsek memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi basis pelaksanaan fungsi Binmas maupun intelijen.

“Polsek harus diperkuat karena Polsek adalah basis Binmas dan intelijen. Peran Bhabinkamtibmas, Polima serta Baileo Emarina harus benar-benar dikedepankan sehingga personel di wilayah memiliki kewibawaan dan dihargai masyarakat sebagai tokoh yang bisa diandalkan,” ujarnya.

Kapolda juga mendorong setiap personel di kewilayahan untuk mampu membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh informasi awal mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengatakan penguatan Polima, Baileo Emarina dan Polsek merupakan bagian dari strategi membangun kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Polima dan Baileo Emarina harus menjadi ruang interaksi yang nyata antara Polisi dan masyarakat. Bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga mendengar persoalan, membangun komunikasi dan mencari solusi bersama. Kedekatan seperti inilah yang menjadi modal penting dalam mencegah konflik,” ujar Rositah.

Dengan penguatan tersebut, jajaran kepolisian diharapkan tidak hanya hadir ketika konflik terjadi, tetapi mampu mendeteksi persoalan sejak dini dan mengambil langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....