Seharian Pertalite Tak Dijual, Warga Passo dan Sekitarnya Kelimpungan
- 15 Sep 2026 19:43 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat di Desa Passo dan sekitarnya mengeluhkan ketersediaan Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Pasalnya, sejak pagi hingga sore hari, Pertalite belum juga dijual kepada masyarakat.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa memilih BBM jenis Pertamax yang tersedia di SPBU. Namun, harga Pertamax yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite dinilai cukup memberatkan, terutama bagi warga yang menggunakan kendaraan untuk mencari nafkah setiap hari.
Salah satu warga, Jembris Sarik, yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek, mengatakan ketiadaan Pertalite membuat aktivitasnya sebagai pengojek menjadi terganggu. Menurutnya, menggunakan Pertamax secara terus-menerus tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari menarik penumpang.
“Saya dan beberapa warga yang lain aktivitasnya cuma sebagai pengojek. Kalau Pertalite tidak ada, apa kita mau istirahat ojek? Kalau mau terus ojek juga tidak mungkin kita menggunakan Pertamax yang harganya jauh lebih tinggi dari Pertalite,” ujar Jembris.
Keluhan serupa disampaikan Epho Supusepa. Dengan dialek Ambon, Epho mengaku dirinya memilih tidak menarik ojek ketika Pertalite tidak tersedia karena biaya operasional akan semakin tinggi jika menggunakan Pertamax.
“Pertalite seng ada bagini beta seng barani ojek. Katong mau ojek bagemana kalau yang ada di SPBU cuma Pertamax. Katong bisa gigi lidah kalau ojek pake Pertamax,” kata Epho.
Menanggapi keluhan warga terkait Pertalite yang tidak dijual sejak pagi hingga sore hari, salah satu pekerja di SPBU menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan stok Pertalite yang kosong maupun sengaja tidak dijual kepada masyarakat. Menurutnya, saat ini sedang dilakukan perbaikan pada saluran pipa di dalam tanah.
Pekerja tersebut mengatakan, pipa yang mengalami kerusakan merupakan saluran yang menghubungkan satu tangki penampung dengan tangki lainnya. Pihak SPBU pun mengaku akan berupaya memperbaiki kerusakan tersebut secepat mungkin agar penjualan Pertalite dapat kembali normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....