Kelangkaan Minyak Tanah Picu Antrean Panjang di Passo

  • 11 Sep 2026 15:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon menyebabkan warga harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut terlihat di Desa Passo, RT 035/RW 007, saat stok minyak tanah masuk dan mulai didistribusikan kepada masyarakat.

Antrean tidak hanya diikuti warga yang berdomisili di RT 035. Sejumlah warga dari desa maupun RT lain juga datang untuk membeli minyak tanah, sehingga jumlah warga yang mengantre semakin banyak.

Ibu Uli, penjual minyak tanah di Desa Passo RT 035/RW 007, mengatakan setiap kali stok minyak tanah masuk, warga dari luar RT setempat turut datang untuk mendapatkan minyak tanah.

“Kalau minyak tanah masuk, yang datang mengantre bukan cuma warga di RT sini, tetapi warga dari desa lain juga ikut mengantre,” kata Ibu Uli.

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan beberapa kali menimbulkan ketegangan antara warga yang tinggal di RT 035 dengan warga dari RT lain. Ia menyebut, pernah hampir terjadi keributan akibat persoalan pembagian minyak tanah.

Sementara itu, Ibu Ata Pattipelohy, warga RT 035, mengaku warga setempat justru masih ada yang tidak mendapatkan minyak tanah meskipun stok masuk ke wilayah mereka.

“Kita yang tinggal di RT 035 ini bahkan ada yang tidak mendapatkan minyak tanah karena dijual juga untuk warga dari RT lain,” ujar Ata.

Ia berharap stok minyak tanah yang masuk ke wilayah RT 035 dapat diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga setempat. Menurutnya, warga RT 035 juga menghadapi keterbatasan akses untuk membeli minyak tanah di wilayah RT lain.

“Yang kita inginkan itu stok minyak tanah yang masuk dijual untuk kita yang tinggal di RT 035 ini dulu, karena kita juga tidak diizinkan untuk membeli minyak tanah di RT mereka,” katanya.

Kelangkaan minyak tanah dan antrean panjang tersebut membuat warga berharap adanya pengaturan distribusi yang lebih jelas dan merata, sehingga kebutuhan masyarakat setempat dapat terpenuhi dan potensi konflik antarwarga dapat dihindari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....