Operasi SAR Hari Ketujuh Dihentikan, Arien Maspaitella Belum Ditemukan

  • 23 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Tim Operasi SAR resmi menghentikan pencarian terhadap Arien Maspaitella, warga Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut saat mencari ikan di sekitar perairan pesisir Desa Hutumuri, Senin (17/8/2026). Memasuki hari ketujuh operasi, korban belum juga ditemukan meski pencarian telah melibatkan tim gabungan dari Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, TNI Angkatan Laut, serta masyarakat.

Pada hari terakhir pencarian, Tim Selam TNI AL melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian dengan kedalaman 30 hingga 40 meter, pada heading 45 derajat arah timur laut dari LKK. Namun, hasilnya nihil. Sementara itu, satu regu Tim Rescue Kantor Basarnas Ambon melakukan pemantauan melalui udara menggunakan drone.

Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan hingga pukul 17.00 WIT, Tim Rescue Basarnas Ambon bersama Polairud Polda Maluku telah melakukan penyisiran menggunakan Rubber Boat Polairud sejauh sekitar 2,5 NM, heading 56 derajat arah timur laut dari LKK. Hasilnya juga nihil.

“Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Arafah kepada wartawan.

Pada SRU II, personel TNI AL bersama Tim Rescue Basarnas Ambon melakukan penyisiran menggunakan Speed Boat TNI AL sejauh sekitar 3 NM, heading 210 derajat arah barat daya dari LKK. Pencarian kembali tidak membuahkan hasil.

Sementara SRU III yang melibatkan masyarakat melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Damai, mulai dari Desa Hutumuri hingga Desa Leahari, dengan jarak sekitar 3,5 kilometer.

Hingga pencarian berakhir, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pada pukul 17.45 WIT, setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama keluarga korban serta seluruh potensi SAR yang terlibat, operasi pencarian dinyatakan dihentikan dan diusulkan untuk ditutup.

“Operasi SAR sesuai SOP telah memasuki hari ketujuh. Karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi ditutup,” ujar Arafah.

Dalam operasi tersebut, unsur SAR yang terlibat terdiri dari tujuh personel Rescuer Kantor SAR Ambon, lima personel TNI AL, 15 personel Polairud Polda Maluku, serta 20 warga masyarakat.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan, yakni dua unit truk personel, satu unit Rubber Boat Basarnas, satu unit Rubber Boat Polairud, satu unit Speed Boat TNI AL, empat set peralatan selam, serta sejumlah peralatan SAR pendukung lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....