MDPI Libatkan Warga Pesisir Buru Kelola Ekosistem Laut KKPD

  • 28 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Namlea - Upaya perlindungan ekosistem terumbu karang dan satwa laut di Kabupaten Buru diarahkan untuk memberi dampak ekonomi langsung bagi nelayan lokal. Melalui pendampingan Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dalam Program TFCCA, masyarakat pesisir di Desa Wailihang, Waprea, dan Waepure diajak menerapkan praktik perikanan ramah lingkungan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Buru.

Mayoritas penduduk di kawasan konservasi seluas 575,94 kilometer persegi ini merupakan nelayan skala kecil yang menggantungkan hidup dari komoditas tuna dan ikan karang. Alih-alih melarang aktivitas perikanan, program ini justru mendorong kesadartahuan nelayan agar mampu mengelola serta memanfaatkan sumber daya laut secara bijak dan berkelanjutan demi menjaga ketersediaan stok ikan jangka panjang.

Kepala DKP Provinsi Maluku, Erawan Asikin, menekankan bahwa penetapan KKPD Buru harus bisa mengalirkan manfaat ekonomi yang konkret. Integrasi antara perlindungan habitat dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci agar penetapan status konservasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2025 dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.

Community Development Lead MDPI, Nilam Ratna, menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan warga lokal dalam menjaga kelestarian laut. Pengalaman pendampingan MDPI kepada nelayan Buru sejak 2014 dalam menerapkan perikanan tuna berstandar internasional menjadi fondasi kuat bahwa masyarakat mampu menjadi garda terdepan pelestarian laut.

Melalui kerja sama berjangka hingga 2027, MDPI bersama DKP Kabupaten Buru bakal memfasilitasi penguatan kapasitas nelayan, mulai dari edukasi wilayah KKPD hingga penerapan rantai pasok produk perikanan yang adil dan terukur. Langkah ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat perikanan guna mewujudkan kawasan konservasi yang tangguh dan sejahtera.

Tentang Yayasan MDPI

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) didirikan pada tahun 2013 untuk mendorong kegiatan perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi kesejahteraan komunitas nelayan dan sumber daya perikanan di seluruh Indonesia.

Moto kami adalah “Happy People, Many Fish”. Organisasi kami dimulai dengan

kepercayaan yang sederhana, bahwa masyarakat perikanan yang diberdayakan dan terjamin secara nansial adalah kunci dalam mencapai perikanan berkelanjutan. Kami bekerja dalam perikanan skala kecil untuk mendorong rantai pasok produk makanan laut yang berkelanjutan, adil dan dapat ditelusuri. Rangkaian proyek MDPI dirancang untuk hasil jangka panjang yang nyata dan kuat di kelompok masyarakat yang kami libatkan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....