Rapper Ambon Bawa Identitas Budaya Maluku lewat Hip Hop “Goro-Gorone”
- 23 Jun 2026 19:06 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Musik tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga dapat menjadi media untuk menjaga ingatan dan identitas budaya. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan rapper asal Ambon, Sigfried Prayer dalam program Music Live Chat Pro 2 RRI Ambon.
Dalam sesi wawancara tersebut, Sigfried menceritakan perjalanan bermusiknya yang banyak menghadirkan unsur budaya Maluku. Baginya, memasukkan elemen lokal ke dalam karya bukan sekadar pilihan musikal, tetapi bentuk kepedulian terhadap warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Sigfried menjelaskan bahwa musik rap dan hip hop memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan cerita, termasuk cerita tentang tanah kelahiran. Melalui lirik, aransemen, hingga pemilihan tema, ia berusaha menghadirkan warna Maluku agar tetap hidup dalam karya-karya modern.
“Budaya itu harus terus dibawa berjalan bersama perkembangan zaman. Salah satu cara saya adalah memasukkan identitas Maluku ke dalam musik yang saya buat,” ujar Sigfried dalam wawancara tersebut.
Salah satu karya terbaru yang dibahas adalah proyek mixed up lagu “Goro-Gorone” dengan sentuhan rap hip hop. Lagu “Goro-Gorone” sendiri dikenal sebagai salah satu lagu bernuansa Maluku yang kerap dikaitkan dengan suasana pergaulan dan tarian khas masyarakat setempat. (Budaya Indonesia)
Melalui olahan baru tersebut, Sigfried mencoba mempertemukan dua dunia musik yang berbeda: nuansa tradisional Maluku dengan karakter beat modern hip hop. Hasilnya menjadi bentuk interpretasi baru yang diharapkan mampu membuat generasi muda semakin dekat dengan lagu-lagu daerah.
Menurut Sigfried, mengadaptasi karya budaya bukan berarti menghilangkan nilai aslinya. Justru dengan pendekatan baru, musik tradisional bisa mendapatkan ruang pendengar yang lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang tumbuh bersama perkembangan musik digital.
Sebagai musisi Ambon, Sigfried berharap semakin banyak karya yang menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi. Ia melihat kekayaan budaya Maluku memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui berbagai genre musik, termasuk rap yang kini semakin diterima masyarakat.
Kehadiran Sigfried dalam Music Live Chat Pro 2 RRI Ambon menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui banyak cara. Lewat musik, identitas Maluku tidak hanya dikenang, tetapi juga terus diciptakan kembali dalam bentuk yang relevan dengan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....