Talud Penahan Tanah Jadi Solusi Longsor BTN Lateri II
- 25 Mei 2026 12:34 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kota Ambon terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menangani longsor yang terjadi di kawasan BTN Lateri II, Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala. Longsor yang mengancam permukiman warga tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena lokasi tebing berada sangat dekat dengan rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, mengatakan sejak kejadian terjadi, pemerintah langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Bahkan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi warga dan langkah penanganan awal berjalan maksimal.
Menurut Frits, BPBD Kota Ambon bersama Dinas PUPR telah melakukan pembersihan material longsor secara manual. Selain itu, bantuan terpal juga diberikan untuk menahan tanah agar tidak semakin terbawa air hujan dan menimbulkan sedimentasi yang dapat membahayakan rumah warga di bawah lereng.
Namun demikian, pemerintah menilai penanganan sementara saja belum cukup. Untuk mencegah longsor susulan, diperlukan pembangunan talud penahan tanah permanen di lokasi tersebut. Dinas PUPR Kota Ambon telah melakukan perhitungan kebutuhan pekerjaan, termasuk estimasi biaya pembangunan.
Pembangunan talud dengan tinggi sekitar enam meter dan panjang 25 meter diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp279 juta. Besarnya kebutuhan dana ini menjadi pertimbangan pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal yang terbatas.
Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Roby Sapulette, meminta masyarakat bersabar sambil menunggu keputusan pemerintah terkait realisasi pembangunan talud tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi Pemkot Ambon untuk memperketat pengawasan terhadap pembangunan perumahan oleh pihak pengembang, terutama terkait kewajiban pembangunan retaining wall atau tembok penahan tanah di kawasan rawan longsor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....