SPP Berbayar Sampah, Inovasi PAUD Sadar Lingkungan
- 05 Mei 2026 14:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Cara unik membayar biaya pendidikan diterapkan oleh PAUD Sadar Lingkungan di Negeri Laha, Kota Ambon. Melalui program SPP berbayar sampah, para orang tua siswa tidak lagi harus membayar dengan uang tunai, melainkan dengan sampah yang memiliki nilai guna.
Program ini berawal dari keresahan terhadap kondisi lingkungan di sekitar Teluk Ambon. Sampah yang terbawa arus laut kerap menumpuk di pesisir Negeri Laha, menciptakan persoalan lingkungan yang cukup serius. Di sisi lain, pihak sekolah juga menghadapi tantangan dalam pembayaran SPP yang saat itu hanya sebesar Rp10.000 per bulan, namun masih banyak orang tua yang belum mampu melunasinya.
Melihat dua persoalan tersebut, Nilci Sainyakit bersama Santi Sainyakit, dengan dukungan AFT Pertamina Pattimura melalui program CSR, menggagas solusi inovatif: menjadikan sampah sebagai alat pembayaran SPP.
Dalam skema ini, orang tua dapat membayar SPP dengan menyetorkan 10 kilogram sampah plastik atau 20 kilogram sampah kertas/karton. Sampah yang terkumpul kemudian tidak dibiarkan begitu saja, melainkan diolah kembali melalui proses reuse dan recycle menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti sofa, tas, dan kerajinan lainnya.
Nilci Sainyakit menjelaskan, sejak program ini diterapkan, terjadi perubahan signifikan. Banyak orang tua yang sebelumnya kesulitan membayar SPP kini mampu melunasi kewajibannya. “Program ini sangat membantu. Orang tua jadi lebih ringan, dan tidak ada lagi tunggakan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar solusi ekonomi, program ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sejak usia dini. Siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain mengurangi beban biaya pendidikan, program SPP berbayar sampah ini turut berkontribusi dalam mengurangi volume sampah di lingkungan sekitar Negeri Laha. Sampah yang sebelumnya menjadi masalah kini justru berubah menjadi sumber manfaat.
Kolaborasi antara pihak sekolah dan AFT Pertamina Pattimura ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dalam pendidikan dapat memberikan dampak ganda—tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Melalui inovasi ini, PAUD Sadar Lingkungan di Negeri Laha membuktikan bahwa solusi sederhana dapat membawa perubahan besar, baik bagi dunia pendidikan maupun kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....