Cengkeh Jadi Pemicu Bara, Warga Seriholo Lumpuhkan Akses Jalan Lintas Seram
- 25 Apr 2026 19:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Konflik berbasis ekonomi lokal kembali mencuat di Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Aksi pemblokiran jalan lintas utama Pulau Seram pada Sabtu (25/4/2026), menjadi bentuk akumulasi kemarahan warga setelah berulangnya penebangan pohon cengkeh oleh orang tak dikenal (OTK).
Jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan Kota Masohi, Maluku Tengah, lumpuh total. Warga menutup badan jalan menggunakan batang kayu, memaksa kendaraan roda dua, roda empat hingga bus antarkota berhenti tanpa kepastian.
Aksi ini bukan sekadar spontanitas, melainkan respons atas rasa frustrasi yang telah lama dipendam. Warga menilai aparat belum mampu memberikan perlindungan terhadap sumber penghidupan utama mereka.
“Ini bukan kejadian pertama. Sudah berulang kali terjadi, dan kami sudah laporkan. Tapi tidak ada kejelasan,” kata seorang warga dalam video yang beredar.
Tanaman cengkih bagi masyarakat Seriholo bukan sekadar komoditas, tetapi simbol keberlanjutan ekonomi keluarga. Penebangan oleh pihak tak dikenal dinilai sebagai ancaman serius terhadap stabilitas sosial desa.
Blokade jalan pun dipilih sebagai bentuk tekanan agar aparat penegak hukum segera bertindak. Warga menuntut kehadiran polisi di lokasi, tidak hanya untuk membuka akses jalan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan terhadap kebun-kebun milik mereka.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih tegang. Arus lalu lintas belum sepenuhnya pulih, sementara warga tetap bertahan di titik pemblokiran.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa konflik kecil di tingkat desa, jika diabaikan, berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap ketertiban umum dan mobilitas antar wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....