Pengguna Pertamax di Ambon Beralih ke Pertalite meski Harus Antre Panjang

  • 14 Jun 2026 10:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ambon. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini mulai beralih ke Pertalite karena dinilai lebih terjangkau.

Pantauan di salah satu SPBU di kawasan Kota Ambon, Minggu pagi, terlihat puluhan pengendara sepeda motor dan mobil mengantre untuk mendapatkan Pertalite. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU.

Salah seorang warga Desa Passo, Ronny Tomaluweng, mengaku terpaksa beralih menggunakan Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Biasanya saya menggunakan Pertamax karena menurut saya lebih cocok untuk motor. Kalau pakai Pertalite kadang motor sering bermasalah. Tapi sekarang harganya sudah semakin mahal, jadi saya beralih ke Pertalite. Meskipun harus antre panjang, mungkin bukan cuma saya, orang lain juga pasti sama seperti saya," ujar Ronny.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax membuat banyak masyarakat mempertimbangkan kembali penggunaan bahan bakar yang selama ini mereka gunakan. Akibatnya, permintaan Pertalite meningkat dan berdampak pada panjangnya antrean di SPBU.

Ronny berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan bakar, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang terjadi.

"Semoga harga Pertamax bisa kembali normal agar masyarakat memiliki pilihan yang lebih baik sesuai kebutuhan kendaraan mereka," harapnya.

Meningkatnya jumlah pengguna Pertalite akibat peralihan dari Pertamax menjadi tantangan tersendiri bagi SPBU dalam melayani kebutuhan masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan terus bertambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....