Jalur Hunimua Lumpuh Total: Ratusan Kendaraan Terjebak

  • 20 Apr 2026 09:48 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Akses utama menuju Dermaga Ferry Hunimua pada Senin, 20 April 2026 lumpuh total akibat aksi pemalangan jalan yang belum juga dibuka. Situasi ini memicu kemacetan panjang yang membuat ratusan kendaraan dari arah Kota Ambon maupun dari Pulau Seram terjebak tanpa kepastian.

Antrean kendaraan mengular sejak pagi hari, menciptakan kondisi yang semakin memanas. Truk logistik, mobil pribadi, hingga sepeda motor tak bisa bergerak. Aktivitas distribusi barang pun ikut terganggu, termasuk pengiriman kebutuhan pokok ke wilayah Seram Bagian Timur.

Salah satu sopir mobil box pengangkut sembako, Revi, mengaku telah terjebak sejak pukul 09.15 WIT tanpa kejelasan kapan jalan akan dibuka. “Kemacetan masih panjang sampai sekarang. Saya sudah terjebak dari pagi, belum ada tanda-tanda dibuka. Kami harap polisi segera ambil tindakan supaya jalan kembali normal,” katanya.

Kondisi ini bukan hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memicu kelelahan dan frustrasi para pengguna jalan. Banyak pengendara terpaksa bertahan di bawah terik matahari tanpa akses makanan dan air yang memadai.

Di tengah situasi yang kacau tersebut, sebuah momen emosional menyita perhatian publik. Melalui siaran langsung di aplikasi TikTok, Yeni Rosbayani Asri, istri Bupati Seram Bagian Barat, terlihat tak kuasa menahan tangis.

Dalam video tersebut, Yeni tampak terisak di dalam mobil saat menyaksikan langsung kondisi kemacetan yang parah. Raut wajahnya menggambarkan keprihatinan mendalam terhadap warga yang terjebak berjam-jam di jalan.

Ia secara tegas menyuarakan harapannya agar kejadian serupa tidak pernah terjadi di wilayah Seram Bagian Barat. “Saya berharap, pemalangan jalan yang menyusahkan orang banyak seperti ini tidak boleh terjadi. Ini merugikan masyarakat, menyusahkan rakyat, dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Aksi pemalangan jalan ini kembali menyoroti persoalan klasik di Maluku, di mana akses transportasi vital kerap terganggu oleh konflik atau kepentingan tertentu. Padahal, jalur menuju Dermaga Hunimua merupakan urat nadi penghubung antara Pulau Ambon dan Seram.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti pemalangan maupun langkah konkret aparat untuk membuka akses tersebut. Masyarakat pun mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera turun tangan sebelum dampaknya semakin meluas.

Kemacetan panjang ini menjadi alarm keras bahwa gangguan terhadap infrastruktur vital tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, ketika rakyat kecil harus menanggung beban paling berat dari sebuah konflik yang belum terselesaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....