Setiap 17 April, Dunia Suarakan Perjuangan Petani

  • 16 Apr 2026 17:41 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Setiap tanggal 17 April, dunia memperingati Hari Perjuangan Petani Internasional atau International Day of Peasant Struggles. Momentum ini menjadi simbol solidaritas global dalam memperjuangkan hak-hak petani, khususnya terkait akses lahan, keadilan agraria, dan kedaulatan pangan.

Peringatan ini bermula dari tragedi berdarah yang terjadi pada 17 April 1996 di Eldorado dos Carajás, Brasil. Saat itu, aparat keamanan menembaki petani tak bertanah yang tengah melakukan aksi damai menuntut reforma agraria, menyebabkan puluhan petani tewas dan luka-luka. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai simbol perlawanan kaum tani di seluruh dunia.

Sejak saat itu, organisasi gerakan petani dunia, La Via Campesina, menetapkan tanggal 17 April sebagai Hari Perjuangan Petani Internasional. Peringatan ini rutin diisi dengan berbagai aksi, diskusi, hingga kampanye global untuk menyuarakan keadilan bagi petani.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, peringatan ini juga menjadi ruang refleksi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi petani. Mulai dari konflik agraria, alih fungsi lahan, rendahnya harga hasil panen, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan.

Selain itu, Hari Perjuangan Petani Internasional juga menjadi pengingat pentingnya peran petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. Ironisnya, banyak petani justru hidup dalam kondisi rentan akibat ketimpangan akses terhadap sumber daya dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada mereka.

Momentum ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada petani, termasuk reforma agraria yang adil, perlindungan hukum, serta peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia.

Sumber: National Today

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....