21 Mei Diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional hingga Hari Teh Sedunia
- 21 Mei 2026 08:27 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, AMbon - Tanggal 21 Mei 2026 menjadi momentum penting yang diperingati di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Sejumlah peringatan nasional maupun internasional jatuh pada tanggal ini, mulai dari Hari Reformasi Nasional, Hari Keanekaragaman Budaya Dunia untuk Dialog dan Pembangunan, hingga Hari Teh Sedunia.
Di Indonesia, 21 Mei dikenal sebagai Hari Reformasi Nasional. Peringatan ini menjadi penanda berakhirnya era Orde Baru setelah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, resmi mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah memimpin selama 32 tahun.
Peristiwa reformasi lahir di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997 hingga 1998. Krisis tersebut berdampak besar terhadap kondisi ekonomi nasional, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya harga kebutuhan pokok, hingga terganggunya stabilitas sosial dan politik.
Gelombang demonstrasi mahasiswa dan masyarakat pun terjadi di berbagai daerah. Mereka menuntut perubahan besar terhadap sistem pemerintahan yang saat itu dinilai sarat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tekanan publik yang terus meningkat akhirnya mendorong Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya.
Setelah pengunduran diri tersebut, jabatan presiden dilanjutkan oleh Wakil Presiden B. J. Habibie sesuai amanat Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945. Momentum reformasi kemudian menjadi tonggak penting perjalanan demokrasi Indonesia menuju era yang lebih terbuka dan partisipatif.
Kini, Hari Reformasi Nasional diperingati sebagai momen refleksi terhadap perjuangan rakyat dan mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi, kebebasan berpendapat, serta pemerintahan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Selain Hari Reformasi Nasional, tanggal 21 Mei juga diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Budaya Dunia untuk Dialog dan Pembangunan atau World Day of Cultural Diversity for Dialogue and Development. Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2002.
Peringatan tersebut bertujuan untuk merayakan keberagaman budaya di dunia sekaligus mendorong dialog antarbudaya demi menciptakan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Keanekaragaman budaya dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun toleransi dan saling pengertian antarbangsa.
Tak hanya itu, 21 Mei juga diperingati sebagai Hari Teh Sedunia atau International Tea Day. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai pentingnya industri teh bagi perekonomian, kesejahteraan petani, hingga budaya masyarakat di berbagai negara.
Hari Teh Sedunia juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para petani dan pekerja di sektor perkebunan teh yang selama ini berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dunia. Selain sebagai minuman populer, teh juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya di banyak negara, termasuk Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....