Kuliner Khas Ambon Dilestarikan lewat Musik Rap

  • 12 Apr 2026 11:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon, — Upaya pelestarian budaya lokal kini semakin kreatif, salah satunya melalui musik. Hal ini disampaikan oleh rapper asal Ambon, Grizzly Cluive, dalam perbincangannya di siniar Keker yang diproduksi oleh RRI Ambon.

Dalam episode yang dirilis pada 30 Maret 2026 tersebut, Grizzly mengungkapkan latar belakang di balik lagunya yang berjudul “Bololeng”. Lagu ini tidak sekadar karya musik biasa, melainkan sarat makna budaya karena seluruh liriknya mengangkat berbagai jajanan khas Ambon yang kini mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

“Dari pulut srikaya sampai bololeng, semuanya saya masukkan ke dalam lagu. Ini bukan cuma soal musik, tapi juga tentang mengingatkan kembali kekayaan kuliner kita,” ujar Grizzly dalam siniar tersebut.

Ia menyoroti fenomena semakin terpinggirkannya jajanan tradisional di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Banyak anak muda, menurutnya, lebih familiar dengan makanan kekinian dibandingkan kuliner khas daerahnya sendiri.

Melalui lagu “Bololeng”, Grizzly berharap dapat menjembatani kesenjangan tersebut. Ia ingin musik menjadi media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun kesadaran budaya.

“Lagu ini saya harap bisa jadi pengingat sekaligus promosi. Supaya anak-anak dan masyarakat luas kembali kenal dan bangga dengan jajanan khas Ambon,” ucapnya.

Lebih jauh, Grizzly juga mengungkapkan visinya untuk mendokumentasikan kekayaan kuliner Maluku dalam bentuk karya musik. Ia ingin apa yang ia lakukan hari ini dapat menjadi arsip budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Ini bagian dari usaha saya untuk mendokumentasikan jajanan Maluku lewat karya. Harapannya nanti bisa terus diperdengarkan, jadi generasi selanjutnya juga tahu dan tidak kehilangan identitas,” ujarnya.

Langkah yang diambil Grizzly Cluive ini menjadi contoh bagaimana seni, khususnya musik, dapat berperan penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal. Di tengah perkembangan zaman, pendekatan kreatif seperti ini dinilai mampu menjangkau audiens yang lebih luas, terutama kalangan muda.

Dengan mengangkat kuliner tradisional ke dalam lirik rap, “Bololeng” tidak hanya menjadi karya musikal, tetapi juga gerakan kecil untuk menjaga identitas budaya Maluku tetap hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....