Anak Ambon Diajak Belajar Bahasa Belanda lewat Seni dan Budaya

  • 25 Jul 2026 20:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon – Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi penyelenggaraan Pagelaran Anak bertema "Delen Met Jullie – Berbagi Deng Ale Dong" dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku, Sabtu (25/7/2026). Sambutan Wali Kota Ambon dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roberd Sapulette, S.T.,M.T., yang menegaskan komitmen pemerintah mendukung pengembangan karakter dan kreativitas anak.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, berkarya, serta memperoleh lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan karakter mereka. Kegiatan ini dinilai tidak hanya mengenalkan bahasa Belanda kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai persahabatan, kepedulian, kerja sama, kebersihan lingkungan, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Sekda Roberd Sapulette, saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon, mengatakan, "Pemerintah Kota Ambon memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia, terutama anak-anak sebagai generasi penerus. Berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, penguatan karakter, pengembangan literasi, serta penyediaan ruang kreatif bagi anak terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Ambon yang semakin maju, inklusif, dan ramah anak."

Pemerintah Kota Ambon juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Delen yang menginisiasi kegiatan bertema "Delen Met Jullie – Berbagi Deng Ale Dong" dengan subtema "Mari Katong Bakumpul Par Balajar Bahasa Belanda Lewat Puisi, Lagu, dan Gerak." Menurut sambutan tersebut, tema Berbagi Deng Ale Dong sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Maluku, yakni Pela Gandong, yang mencerminkan semangat persaudaraan, saling menghargai, dan merangkul perbedaan melalui perpaduan budaya Ambon dan Belanda.

Selain menjadi ajang pembelajaran bahasa, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus berlangsung di dalam ruang kelas. Seni, bahasa, budaya, serta interaksi antarsesama dinilai mampu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi anak-anak sekaligus mendukung arah pembangunan pendidikan yang berkualitas di Kota Ambon.

Melalui sambutan tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga menegaskan pentingnya pengenalan bahasa asing sebagai investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun demikian, kemampuan berkomunikasi secara global harus tetap diimbangi dengan pelestarian jati diri sebagai anak Maluku yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, Pela Gandong, saling menghormati, dan cinta lingkungan.

Mengakhiri sambutan, Sekda Roberd Sapulette membacakan pesan Wali Kota Ambon kepada seluruh peserta agar terus semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, menghormati guru dan orang tua, serta menjadi anak-anak yang membawa sukacita dan harapan bagi Kota Ambon. Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak program kreatif yang mendukung tumbuh kembang anak menuju Ambon yang maju, inklusif, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....