Stok Aman, Disperindag Maluku Pantau Harga Bapok Stabil di 4 Pasar Utama

  • 11 Apr 2026 21:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku melaporkan kondisi harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Kota Ambon relatif stabil berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat. 10 April 2026. Pemantauan dilakukan di empat titik pasar tradisional utama, yakni Pasar Batu Merah, Mardika, Passo, dan Gotong Royong.

Secara umum, komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng belum mengalami perubahan harga yang signifikan dibanding hari sebelumnya.

Berdasarkan data di lapangan, harga beras berbagai merek terpantau masih terkendali pada kisaran Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Untuk komoditas pendukung lainnya, gula kristal putih dijual seharga Rp18.125 per kg, sementara minyak goreng kemasan berada di angka Rp22.500 per liter. Untuk protein hewani, daging ayam broiler masih bertahan di harga Rp45.000 per kg dan daging sapi berkisar antara Rp117.000 hingga Rp130.000 per kg tergantung kualitasnya.

Meski kebutuhan pokok lainnya stabil, sejumlah komoditas bumbu dapur dan telur ayam justru masih tercatat tinggi dan menjadi sorotan. Harga cabai rawit merah saat ini menjadi yang termahal dengan menembus angka Rp115.000 hingga Rp120.000 per kg, disusul cabai merah besar di harga Rp60.000 per kg.

Sementara itu, telur ayam broiler rata-rata dijual seharga Rp35.600 per kg yang dipicu oleh tingginya modal pedagang di tingkat distributor. Tingginya harga juga terjadi pada komoditas bawang merah yang kini rata-rata dijual Rp55.000 per kg.

Kondisi ini disebabkan karena stok di pasar saat ini masih mengandalkan pasokan dari Makassar, sementara pasokan dari Surabaya sebagai salah satu lumbung utama belum masuk ke Maluku. Para pedagang mengakui meski harga bumbu dapur masih melambung, minat beli masyarakat sejauh ini terpantau tetap stabil dan belum menunjukkan penurunan.

Disperindag Provinsi Maluku menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin secara berkala guna memastikan ketersediaan barang di pasar tetap aman. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga yang berlebihan yang dapat merugikan daya beli masyarakat.

Pemerintah berharap kedatangan pasokan baru dari Jawa Timur dalam waktu dekat dapat segera menormalkan kembali harga bawang dan komoditas lainnya di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....