Budaya dan Etika Jadi Sorotan Literasi Digital Maluku
- 11 Apr 2026 18:09 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Empat pilar literasi digital yang dikenal dengan singkatan CABE—Cakap, Aman, Budaya, dan Etika—menjadi perhatian penting dalam upaya membangun ruang digital yang sehat. Hal ini disampaikan oleh M. Sahril Salamena dalam siniar Keker RRI Ambon.
Ia menjelaskan, pilar pertama adalah cakap digital, di mana masyarakat pada dasarnya sudah mampu menggunakan gawai dan mengakses teknologi. Pilar kedua adalah aman bermedia sosial, yakni kemampuan menjaga diri dari risiko digital. Selanjutnya budaya bermedia digital, yang berkaitan dengan cara berinteraksi di ruang online, serta etika digital, yang menekankan sikap dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.
Namun, dari keempat pilar tersebut, M. Sahril Salamena menyoroti bahwa persoalan terbesar di Maluku justru terletak pada aspek budaya dan etika.
“Sepanjang tahun 2025, hampir setiap hari media sosial diwarnai dengan caci maki, terutama di akun-akun dengan jumlah pengikut besar. Padahal, mereka seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan teknis menggunakan teknologi belum diimbangi dengan kesadaran dalam berperilaku di ruang digital. Padahal, dampak dari interaksi negatif di media sosial dapat memicu konflik yang lebih luas di masyarakat.
Melalui peran Mafindo Maluku, Sahril berharap adanya perubahan sikap kolektif. Ia mengajak masyarakat, khususnya pengguna aktif media sosial, untuk turut berpartisipasi dalam menjaga ekosistem informasi.
“Minimal, ketika ada informasi yang berpotensi merugikan bersama, bisa ikut dibagikan untuk diklarifikasi secara bersama-sama sebagai bentuk kolaborasi,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran literasi digital, tetapi juga membangun budaya bermedia sosial yang lebih santun, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebenaran informasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....