Stok BBM Aman, Warga Kota Diimbau Tidak Panik

  • 30 Mar 2026 20:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pagi di Kota Ambon biasanya dimulai dengan ritme yang tenang, angkot yang lalu lalang, dan warga yang bergegas memulai aktivitas. Namun hari ini berbeda. Sejak pagi tadi, antrean kendaraan sudah mengular panjang di sejumlah SPBU, membentuk barisan yang tak berujung. Bahkan di sejumlah SPBU terlihat dijaga aparat kepolisian yang sesekali berupaya mengatasi kemacetan akibat antrian panjang kendaraan roda dua maupun empat

Di SPBU Pohon Pule, deretan sepeda motor dan mobil tampak berbaris rapih dan sangat rapat. Mesin dimatikan, namun kegelisahan terasa hidup. Warga menunggu dengan sabar, meski waktu berjalan lambat. Di tengah antrean, seorang petugas berusaha menenangkan situasi.

“Mohon maaf, sementara kami belum bisa melayani karena sedang dilakukan pengisian BBM ke tangki penampung. Silakan menunggu, pasti akan dilayani,” ujarnya.

Situasi serupa tampak di SPBU Belakang Kota. Antrean bahkan sudah terbentuk sejak pukul tujuh pagi. Kendaraan roda dua bercampur dengan mobil pribadi dan angkutan kota yang saling berdesakan. Di antara mereka, para sopir angkot terlihat paling gelisah karena bagi mereka adalah penghasilan.

Iqbal, seorang sopir angkot jurusan Talake, mengaku sudah berjam-jam menunggu tanpa kepastian.

“Kami sudah antre dari jam tujuh pagi, tapi belum dilayani. Katanya harus disesuaikan dengan kuota. Padahal antrean makin banyak,” katanya, dengan nada gelisah.

Di kawasan Batu Merah, tepatnya di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, pemandangan tak jauh berbeda. Kendaraan memenuhi hampir seluruh badan jalan, menciptakan simpul kemacetan yang sulit diurai. Klakson sesekali terdengar, namun tak banyak membantu mempercepat keadaan.

Berbeda dengan SPBU Galala. Pagi hari, tempat ini sempat terlihat lengang. Warga bisa mengisi BBM tanpa harus mengantre panjang. Namun ketenangan itu tak berlangsung lama. Menjelang siang hingga malam, antrean mulai memanjang, bahkan pelayanan hanya difokuskan pada BBM jenis Pertamax.

Sementara pedagang BBM eceran yang biasanya memenuhi trotoar sepanjang jalan Tulukabessy Mardika, tidak tampak sama sekali aktifitas mereka, akibat kehabisan stok dan tidak dilayani di SPBU.

Fenomena antrean panjang ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun pihak kepolisian dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease segera mengeluarkan imbauan agar warga tidak terjebak dalam kepanikan.

Mereka menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan meningkatnya aktivitas masyarakat setelah libur panjang. Permintaan melonjak tajam dalam waktu bersamaan, sementara distribusi tetap berjalan normal. Sehingga yang dibutuhkan kesabaran bukan kepanikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....