Pentingnya Batasan Kerja demi Work-Life Balance

  • 25 Mar 2026 00:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dalam lanjutan pembahasan pada siniar “Keker”, psikolog klinis Khairunnisa Nuraini R., S.Psi., M.Psi., kembali menekankan bahwa kunci utama untuk mencapai work-life balance adalah kemampuan seseorang dalam menetapkan batasan yang jelas antara ruang personal dan ruang pekerjaan.

Menurutnya, salah satu langkah sederhana namun krusial adalah menyelesaikan seluruh urusan kantor di tempat kerja. Dengan begitu, ketika seseorang sudah berada di luar jam kerja, ia bisa benar-benar fokus menikmati waktu bersama diri sendiri maupun keluarga tanpa terganggu oleh beban pekerjaan.

“Pastikan pekerjaan di kantor sudah benar-benar selesai. Jadi saat di rumah atau di luar jam kerja, kita bisa hadir sepenuhnya untuk kehidupan pribadi,” jelas Khairunnisa.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dalam menciptakan keseimbangan tersebut. Dalam situasi tertentu, seperti ketika atasan atau rekan kerja memberikan tugas atau revisi di luar jam kerja, seseorang perlu berani mengomunikasikan kondisi dan batasannya.

Khairunnisa menyarankan agar individu tidak langsung menolak, melainkan mendiskusikan urgensi pekerjaan tersebut. Misalnya dengan menanyakan apakah tugas tersebut harus segera diselesaikan saat itu juga, atau masih bisa dikerjakan keesokan harinya saat jam kerja dimulai kembali.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahwa fleksibilitas juga menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Ada kalanya seseorang perlu menyesuaikan diri dengan kondisi tertentu dan meluangkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja, terutama jika memang bersifat mendesak.

Dengan adanya keseimbangan antara batasan yang jelas dan fleksibilitas, menurut Khairunnisa, lingkungan kerja akan menjadi lebih sehat dan kondusif. Hubungan dengan atasan maupun rekan kerja pun dapat terjaga dengan baik, tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kehidupan pribadi.

Melalui pemahaman ini, ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola waktu dan energi, sehingga work-life balance bukan hanya menjadi konsep, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....