Dakwah Milenial Jadi Ruang Syiar Generasi Muda di Ambon

  • 05 Mar 2026 19:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Generasi muda di Kota Ambon mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan pesan keagamaan dan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Hal ini disampaikan dalam perbincangan santai dipandu presenter Tio Nugroho dalam program Siniar Keker yang menghadirkan pendakwah muda Nia Netti bersama suaminya Ramdan Saimima, pendiri gerakan sosial Goes to Dakwah.

Nia Netti mengatakan perjalanan dakwah yang ia jalani bermula dari proses hijrah pribadi sejak tahun 2018 yang mendorongnya untuk terus memperbaiki diri sekaligus memberi manfaat bagi orang lain.

“Awalnya bermula dari perjalanan hijrah saya pada 2018. Dari situ saya berpikir hidup tidak boleh berhenti di satu titik saja, tetapi harus terus berkembang dan memberi kebermanfaatan bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Nia, perkembangan media sosial saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk ikut berperan dalam menyebarkan pesan-pesan positif. Ia menilai dakwah tidak harus selalu dilakukan melalui mimbar, tetapi juga dapat dilakukan melalui konten digital maupun perilaku sehari-hari.

“Media sosial sekarang sangat kuat pengaruhnya. Karena itu generasi muda juga harus mengambil peran untuk menyeimbangkan dengan konten-konten kebaikan,” katanya.

Bersama suaminya, Nia kemudian mengembangkan gerakan Goes To Dakwah, sebuah program sosial yang fokus pada kegiatan dakwah serta penyaluran mushaf Al-Qur’an ke berbagai daerah di Maluku. Program tersebut juga diisi dengan kajian keagamaan dan kegiatan literasi bagi masyarakat.

Ramdan Saimima menjelaskan kegiatan tersebut awalnya dimulai dari program sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur’an yang kemudian berkembang setelah keduanya berkomitmen menjalankan dakwah bersama.

“Program ini sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun. Setelah kami menikah, kami sepakat mengembangkan kegiatan ini agar bisa menjangkau lebih banyak daerah dan masyarakat,” kata Ramdan.

Melalui program tersebut, mereka telah menyalurkan ratusan mushaf Al-Qur’an serta buku bacaan ke sejumlah daerah di Maluku, di antaranya Banda, Geser di Kabupaten Seram Bagian Timur, Namlea di Pulau Buru, serta beberapa wilayah di Maluku Tengah.

Nia menambahkan, kegiatan dakwah yang mereka lakukan tidak hanya sebatas membagikan Al-Qur’an, tetapi juga membangun ruang belajar bersama masyarakat.

“Kami tidak hanya membawa Al-Qur’an, tetapi juga membuat lingkaran kajian bersama masyarakat agar ada ruang belajar dan diskusi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....