Perempuan Mandiri Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga

  • 29 Jan 2026 12:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambkn - Praktisi Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Direktur Yayasan Parakletos, Elsye Syauta Latuheru, menegaskan pentingnya peran perempuan mandiri sebagai penggerak utama ketahanan ekonomi keluarga di Maluku.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Pengarusutamaan Gender Pro1 RRI Ambon bertema Perempuan Mandiri sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga, beberapa waktu lalu.

Menurut Elsye, perempuan mandiri bukan berarti berjalan sendiri, melainkan memiliki daya tawar dalam keluarga. Kemandirian dimaknai sebagai kemampuan mengelola keuangan, memiliki keterampilan produktif, serta terlibat dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Ia menyebut, kemandirian bukan hanya soal memiliki penghasilan, tetapi juga soal kendali atas prioritas hidup keluarga.

Ia menambahkan, peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga kini semakin krusial karena kondisi ekonomi yang tidak lagi stabil dan tidak bisa hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Keterlibatan perempuan dinilai mampu memperkuat daya tahan keluarga menghadapi perubahan kebutuhan hidup.

Terkait tantangan di lapangan, Elsye mengungkapkan hambatan yang dihadapi perempuan tidak hanya soal modal, tetapi juga mentalitas dan budaya.

Banyak perempuan belum berani memulai usaha karena kurangnya ruang, dukungan, dan kepercayaan diri. Selain itu, beban ganda antara urusan domestik dan kegiatan ekonomi masih menjadi kendala utama.

Dalam strategi pemberdayaan, ia mendorong perempuan untuk memulai usaha secara sederhana namun terkelola dengan baik, antara lain dengan memisahkan keuangan rumah tangga dan usaha, memilih satu produk unggulan, serta memanfaatkan pasar terdekat.

Pemanfaatan teknologi dan media sosial juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar dengan membangun kepercayaan konsumen melalui informasi produk yang jelas dan konsisten.

Elsye menekankan bahwa kemandirian ekonomi perempuan berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Dengan pengelolaan ekonomi yang lebih baik, keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar secara lebih teratur. Anak-anak pun memperoleh teladan tentang kerja keras dan tanggung jawab.

Ia juga menyoroti peran suami dan anggota keluarga laki-laki sebagai mitra dalam membangun ekosistem kemandirian perempuan.

"Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pembagian peran domestik, pengambilan keputusan bersama, serta penghargaan terhadap kerja perempuan", kata Elsye.

Iaa mengajak perempuan Maluku untuk tidak menunggu kondisi sempurna dalam memulai usaha. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membangun ketahanan keluarga.

"Perempuan yang berdaya, menurutnya, adalah keluarga yang memiliki arah dan harapan masa depan", ucapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....