Aktivasi 480 SPPG Indonesia Timur, Maluku Dapat Tambahan 20 Dapur

  • 03 Okt 2026 09:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi wilayah Indonesia Timur pada Jumat, 2 Oktober 2026. Aktivasi ini mencakup 116 kabupaten dan kota dengan sasaran utama wilayah 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Untuk Provinsi Maluku, sebanyak 20 SPPG baru akan dibuka secara bertahap setelah moratorium layanan. Salah satu lokasi aktivasi di Maluku adalahi SPPG Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Rufriyanto Maulana Yusuf, Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN - foto AL

Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf disela-sela kegiatan mengatakan, Maluku saat ini memiliki 105 SPPG yang telah melayani sekitar 226 ribu penerima manfaat. Dengan sasaran sekitar 770 ribu penerima manfaat, cakupan pelayanan saat ini baru mencapai sekitar 31 persen.

Pengoperasian 20 SPPG tambahan diperkirakan dapat melayani sekitar 26 ribu penerima manfaat. Penambahan tersebut diharapkan meningkatkan cakupan layanan MBG di Maluku hingga sekitar 34 persen secara bertahap.

Peserta aktivasi 480 SPPG Indonesia Timur secara hybrid di Negeri Allang, Leihitu Barat, Maluku Tengah - foto AL

Secara keseluruhan, 480 SPPG yang diaktivasi terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Dapur-dapur tersebut tersebar di Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Asisten I Setda Maluku Faradilla Attamimi mengapresiasi aktivasi tersebut karena dinilai membuka kembali ruang pelayanan MBG setelah lebih dari satu tahun menunggu. Ia mengatakan masyarakat di wilayah 3T membutuhkan akses makanan bergizi, terutama karena persoalan ketidakcukupan gizi dan stunting masih menjadi tantangan di Maluku.

BGN memperkirakan dapur-dapur yang baru diaktivasi tidak langsung beroperasi penuh pada hari yang sama. SPPG akan menjalani tahapan persiapan teknis sebelum diproyeksikan mulai beroperasi penuh sekitar tiga hingga empat minggu setelah aktivasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....