BMKG Maluku Peringatkan Potensi Karhutla Meningkat, Lapisan Gambut Mulai Kering
- 30 Sep 2026 14:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon merilis peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk wilayah Provinsi Maluku. Dalam dokumen SPARTAN bernomor ACWM-PTM-30 yang dirilis Rabu (30/9/2026), disebutkan bahwa tingkat kemudahan terbakar di lapisan menengah permukaan tanah—yang mencakup gambut dan ranting kering sudah masuk kategori Tidak Mudah hingga Sangat Mudah.
Kondisi ini berbeda dengan lapisan atas tanah yang masih relatif aman. Meski begitu, indeks Duff Moisture Code (DMC) yang mengukur kekeringan pada kedalaman 5–10 cm menunjukkan bahwa bahan organik di bawah permukaan mulai mengering. Artinya, jika terjadi percikan api, potensi api membesar dan bertahan lama semakin besar.
Dihimbau masyarakat, khususnya petani dan peladang, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang terdeteksi berwarna merah dan kuning dalam peta SPARTAN.
Peta indeks FFMC dan DMC yang dilampirkan dalam dokumen tersebut menunjukkan hampir seluruh wilayah Maluku, mulai dari Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, hingga Kepulauan Aru, berpotensi mengalami kekeringan bahan bakar. Warna merah dan kuning mendominasi peta, menandakan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi.
Selain itu, indeks Initial Spread Index (ISI) yang mengukur kecepatan penyebaran api juga menunjukkan kategori Rendah hingga Sangat Tinggi. Angin kencang yang kerap melanda wilayah kepulauan disebut bisa mempercepat penyebaran api hingga dua kali lipat, terutama di area padang rumput dan alang-alang.
BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat peringatan dini dan masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....