Bukan Cuma Panas, Lapisan Tanah Menengah di Maluku Mulai Mengering

  • 18 Sep 2026 10:00 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Ada yang berbeda dari laporan potensi kebakaran hutan dan lahan BMKG Ambon hari ini. Jika biasanya indikator kekeringan hanya dilihat dari permukaan, laporan terbaru menunjukkan bahwa lapisan tanah menengah di Maluku sudah mulai mengering.

Data Duff Moisture Code (DMC) yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menunjukkan tingkat kekeringan pada kedalaman 5-10 cm berada pada kategori Tidak Mudah hingga Sangat Mudah. Lapisan ini mencakup bahan organik tanah dan ranting-ranting kecil yang biasanya lembap. Kekeringan di lapisan ini adalah alarm serius.

"Jika lapisan menengah sudah kering, api tidak hanya cepat menyala di permukaan, tetapi bisa bertahan lama dan membakar akar serta humus," kata analis cuaca dalam dokumen tersebut.

Peta DMC memperlihatkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, dan Maluku Tenggara berwarna merah hingga hitam. Ini menandakan bahan bakar di lapisan menengah sudah dalam kondisi sangat mudah terbakar. Bagi para petani dan peladang yang masih melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, BMKG mengingatkan risiko yang jauh lebih besar. Angin kencang yang terpantau melalui indeks ISI dapat mempercepat penyebaran api hingga dua kali lipat hanya dengan penambahan kecepatan angin 13 km/jam. Api yang awalnya kecil bisa berubah menjadi besar dalam hitungan menit.

Intensitas api jika terjadi kebakaran (FWI) juga tercatat sedang hingga sangat tinggi. Artinya, jika api sudah menyala, dibutuhkan upaya pemadaman yang jauh lebih besar. BMKG menyarankan masyarakat untuk melihat perkembangan cuaca terkini dan tidak mengandalkan informasi lama. "Pengguna disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....