Lapas Geser Optimalkan Pembinaan Kemandirian lewat Budidaya Cabai

  • 22 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Ambon

RRI,CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus memberikan bekal produktif bagi warga binaan. Upaya ini dibuktikan melalui pelaksanaan persiapan pemindahan bibit cabai yang telah memasuki usia siap tanam ke media yang lebih besar, Selasa 22 September 2026.

Dalam proses persiapan tersebut, Kepala Urusan Tata Usaha, Muhammad Alhamid bersama petugas jaga, Ruslan Abdul Rahman Laluhun, mendampingi langsung warga binaan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi anakan cabai. Tidak hanya memantau, warga binaan juga diedukasi untuk melakukan pemangkasan selektif pada daun bagian bawah sebagai bagian dari teknik agronomi modern. Langkah krusial ini dilakukan guna mengurangi penguapan, mencegah serangan hama sejak dini, serta merangsang pertumbuhan batang utama agar tumbuh lebih kokoh saat dipindahkan ke media tanam yang baru.

Alhamid menjelaskan bahwa ketelitian dalam fase persiapan dan pemindahan bibit sangat menentukan keberhasilan panen di masa mendatang. Oleh karena itu, transfer pengetahuan mengenai tahapan agronomi yang benar menjadi fokus utama petugas dalam membimbing warga binaan.

“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyukseskan program pembinaan kemandirian. Melalui praktik langsung yang terukur, warga binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi benar-benar menyerap ilmu agrokompleks secara sistematis, mulai dari penyemaian hingga teknik perawatan intensif. Kami berharap bekal keterampilan ini dapat menjadi modal berharga bagi mereka untuk berwirausaha dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti,” ujar Alhamid.

Dalam kegiatan yang berlangsung humanis tersebut, salah seorang warga binaan berinisial SB turut andil langsung dalam proses penyiapan anakan cabai. Keterlibatan aktif ini bertujuan memberikan pengalaman praktis yang komprehensif mengenai tata cara mempersiapkan bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, hingga metode perawatan tanaman yang berkelanjutan.

SB mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan pertanian tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman baru, khususnya dalam memahami teknik menyemai bibit cabai secara ideal sebelum dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa diberikan kesempatan ikut dalam kegiatan ini. Saya belajar banyak tentang cara mempersiapkan bibit cabai yang telah disemai sebelum dipindahkan ke wadah yang lebih besar. Dari program ini, saya juga jadi tahu bagaimana cara merawat tanaman cabai dengan baik dan benar,” ujar SB.

Sementara itu, petugas jaga yang turut mendampingi, Ruslan Abdul Rahman Laluhun, menilai kegiatan ini menjadi bagian integral dari program pembinaan kemandirian yang dirancang secara sistematis untuk mencetak warga binaan yang terampil, mandiri, dan berdaya guna.

“Melalui program ini, Lapas Geser memberikan ruang dan kesempatan langsung bagi warga binaan untuk mendalami seluruh proses budidaya tanaman secara berkelanjutan. Sebelum memasuki tahapan ini, bibit-bibit cabai unggulan tersebut telah melewati fase penyemaian intensif guna memastikan kualitas akar dan batang yang optimal,” jelas Ruslan.

Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Geser. Program ini bertujuan untuk membentuk mental produktif dan memberikan keahlian praktis bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan kemandirian melalui bidang agribisnis ini merupakan langkah konkret kami dalam membekali warga binaan dengan keterampilan nyata. Kami berharap program ini dapat terus berjalan secara konsisten dan berkembang, sehingga para warga binaan memiliki modal keahlian yang bermanfaat dan bernilai ekonomis saat mereka kembali ke tengah masyarakat nanti,”jelas Nober.

Melalui program pembinaan berbasis agribisnis ini, Lapas Geser tidak hanya fokus pada pemulihan sosial warga binaan, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Keterampilan yang diasah selama di dalam Lapas diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha maupun memperkuat sektor pertanian luar setelah menyelesaikan masa binaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....