Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Wahai Garap Hidroponik Kangkung & Bibit Cabai

  • 15 Sep 2026 13:53 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan di bidang ketahanan pangan, salah satunya penyemaian berbagai bibit tanaman secara mandiri untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di lingkungan Lapas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, pada Selasa 15 September 2026. Lapas Wahai sediakan secara mandiri bibit unggul produk pertanian yang nantinya dimanfaatkan dalam proses pembinaan Warga Binaan untuk memastikan kegiatan ketahanan pangan terus berjalan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Staf Subseksi Pembinaan Kemandirian, Rahmatsyah Latif, mengawasi langsung proses penyemaian bibit. Ia menjelaskan proses penyemaian dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan pertumbuhan setiap bibit agar berkembang optimal.

"Saat ini kami melakukan penyemaian 100 bibit kangkung menggunakan media gabus hidroponik dengan masing-masing pot kurang lebih enam biji. Untuk kangkung, diperkirakan sekitar 40 hari sudah dapat dipanen apabila pertumbuhannya berjalan dengan baik. Selain itu, kami juga menyiapkan 1.000 bibit cabai dengan 400 lubang sudah berhasil tumbuh, sedangkan 600 lubang lainnya masih proses penyemaian," jelas Rahmatsyah.

Manfaat dan dampak dari proses pembelajaran ini turut dirasakan salah seorang Warga Binaan berinisial SP. Ia senang mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan kemandirian, khususnya di bidang pertanian.

"Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menyemai, menanam dan merawat tanaman. Ini menjadi pengalaman baru dan keterampilan yang bisa kami kembangkan ketika kembali ke masyarakat," ungkap SP.

Menanggapi pelaksanaan program tersebut, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, berharap pembinaan kemandirian memberikan keterampilan dan pengalaman nyata yang menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. "Kami terus mendorong agar pembinaan kemandirian memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pertanian dan hidroponik, mereka tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat," harapnya.

Tersih menambahkan kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar tentang kedisiplinan, ketekunan dan tanggung jawab.

"Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana Warga Binaan belajar dari setiap proses. Mereka melihat langsung bagaimana sebuah bibit dirawat hingga menghasilkan. Dari kegiatan ini , ami berharap tumbuh keterampilan, ketekunan, dan semangat untuk menjadi lebih mandiri," tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, pemanfaatan lahan, penyediaan bibit secara mandiri, dan keterlibatan langsung Warga Binaan diharapkan mendukung program ketahanan pangan sekaligus membentuk Warga Binaan terampil, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....