Rektor UIN AMSA Ambon Dukung Perdamaian Lisabata-Patahuwe

  • 17 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Rektor Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji (UIN AMSA) Ambon, Dr. Abidin Wakano, mengimbau masyarakat Maluku untuk tetap menjaga kedamaian dan rasa aman di sejumlah daerah. Ia menekankan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab.Wakano menyampaikan ini menyusul konflik yang terjadi di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), khususnya melibatkan warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, beberapa waktu lalu.

Menurut Wakano, masyarakat Maluku sangat beragam, termasuk dalam hal keagamaan. Keanekaragaman agama di Maluku mengharuskan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menjadikan keberagaman ini sebagai aset berharga.Tujuannya adalah untuk menghindari potensi konflik dan memastikan bahwa beragam keyakinan ini memberikan manfaat positif bagi bangsa, bukan sebaliknya.

Tidak hanya itu, pendidikan tinggi Islam ikut memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan.Oleh karena itu, UIN AMSA Ambon tetap menjadi wadah diplomasi yang memperkuat dalam membangun masyarakat Maluku yang damai dan inklusif.

“Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan dengan cara yang arif, mengutamakan dialog, dan mengedepankan nilai-nilai hukum. Hal ini penting agar tidak terjadi eskalasi yang dapat merugikan kepentingan bersama,”sarannya dalam wawancara bersama rri ambon di ruang kerja rektor, Kamis 17 September 2026.

Selain itu Wakano tegaskan agar masyarakat menggunakan media sosial dengan bijak. Sebab media sosial kerap dipakai orang–orang tak bertanggungjawab untuk menyebarkan informasi hoax yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Saya titip kepada masyarakat umum dan para generasi muda untuk bertindak lebih dewasa, jangan mudah termakan isu yang tidak jelas,terutama dari media sosial,”sarannya.

Dia menilai peran pemerintah sangat penting untuk ikut serta aktif dalam mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoax. Selain itu, perlu juga melibatkan semua pihak untuk menyikapi berbagai isu yang muncul di media sosial.

"Menjadi komitmen baik dari pemerintah, perguruan tinggi dan juga masyarakat itu harus ada. Perlu ada forum-forum yang kita pergunakan untuk bisa memberikan pencerahan kepada semua pihak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....