Ini Cara Jitu Lapas Geser Penuhi Kebutuhan Pangan Mandiri
- 28 Agt 2026 13:17 WIB
- Ambon
RRI,CO.ID,Ambon-Sebagai keberlanjutan dari pelatihan olah pupuk organik serta penyemaian bibit, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser melanjutkan aksi nyata pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Warga Binaan Lapas Geser bersama petugas dan peserta magang melakukan pemindahan 70 bibit cabai yang telah disemai ke dalam polybag dengan menggunakan tanah yang telah diolah dengan pupuk organik sebagai media tanam, Jumat 28 Agustus 2026.
Upaya ini dilakukan secara simultan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkup Lapas Geser, dengan target hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri di dalam Lapas serta masyarakat guna meningkatkan nilai ekonomis hasil produksi.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, menjelaskan bahwa tahap pemindahan ini merupakan bukti konsistensi program pembinaan agar memberikan dampak konkret bagi keterampilan para warga binaan.
“Pemindahan bibit cabai ini menandai tahap penting dalam budidaya hortikultura. Kami memastikan warga binaan benar-benar memahami teknik penanaman yang baik, mulai dari penyiapan media tanam bernutrisi hingga perawatan tanaman harian. Keterampilan praktis ini diharapkan menjadi bekal kemandirian yang bernilai ekonomis saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Alfin.
Keterlibatan aktif peserta MagangHub juga menjadi kolaborasi positif dalam proses pendampingan di lapangan. Peserta magang, Mayada, mengungkapkan antusiasmenya karena bisa berkolaborasi langsung dengan warga binaan dalam kegiatan ini.
“Melihat bibit yang disemai tumbuh subur dan kini siap dipindahkan ke polybag memberikan kepuasan tersendiri. Semangat kerja sama antara petugas dan warga binaan sangat terasa. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk menyalurkan ilmu sekaligus membangun rasa empati, sekaligus memberikan dorongan positif bagi mereka,” ungkap Mayada.
Pengalaman ini dirasakan sangat bermanfaat oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial UR mengaku bersyukur bisa mempelajari seluruh tahapan pertanian organik secara runut.
“Di sini, saya diajarkan tahap demi tahap, mulai dari membuat pupuk fermentasi dari kotoran hewan hingga sekarang memindahkan bibit cabai ke polybag. Pembelajaran ini sangat praktis dan mudah dipahami. Saya makin optimis keahlian bertani organik ini bisa saya manfaatkan untuk membuka usaha pertanian sendiri setelah bebas nanti,” tutur UR.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara jajaran pembinaan, peserta magang, dan warga binaan. Beliau menegaskan komitmen Lapas Geser dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara produktif dan berkelanjutan.
“Pemindahan bibit cabai ini adalah bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas Geser berjalan sistematis dan berdampak positif. Kami terus mendorong pemanfaatan lahan secara optimal agar warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan produktif, tetapi juga siap menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas,” pungkas Nober.
Melalui keberlanjutan program pembinaan kemandirian yang humanis, terstruktur, dan sinergis, Lapas Geser terus berupaya mencetak warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. Keberhasilan program ketahanan pangan ini diharapkan dapat menginspirasi program pembinaan lainnya, sehingga membawa manfaat luas bagi warga binaan dan masyarakat secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....