Kemitraan Hilirisasi Ubi Kayu di Bursel Harus Untungkan Petani
- 10 Agt 2026 09:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Prof. Wardis Girsang mengatakan skema kemitraan inti-plasma dalam pengembangan hilirisasi ubi kayu di Kabupaten Buru Selatan harus dirancang secara adil agar petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Pola inti-plasma harus adil, jangan sampai petani hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi keuntungan besarnya justru dinikmati pihak lain,” kata Wardis.
Menurutnya, petani tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pemasok bahan baku bagi industri hilir. Sebaliknya, petani harus memiliki posisi tawar yang kuat sehingga dapat menikmati nilai tambah dari pengembangan ubi kayu.
Olehnya itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memastikan pola kemitraan yang dibangun antara industri dan petani memberikan manfaat yang proporsional bagi kedua pihak. Perjanjian inti-plasma juga harus disusun secara transparan agar hak dan kewajiban masing-masing pihak dapat dipahami dengan jelas.
“Petani harus mendapat keuntungan yang layak dari kemitraan tersebut, karena mereka yang menanam, mengelola lahan, dan menyediakan bahan bakunya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam proses pembebasan dan pemanfaatan lahan, terutama karena sebagian tanah di Maluku memiliki status sebagai tanah ulayat. Legalitas kepemilikan dan penguasaan lahan harus dipastikan agar investasi tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
Wardis menyebut masyarakat pemilik tanah perlu memperoleh manfaat nyata dari kegiatan investasi. Salah satu bentuknya dapat berupa kepemilikan saham atau imbal hasil dari pemanfaatan lahan sesuai kesepakatan yang adil.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan hak atas tanahnya, sementara manfaat ekonominya tidak kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
Untuk memperkuat posisi petani, pembentukan kelompok tani, Gapoktan, hingga koperasi dinilai penting. Kelembagaan tersebut dapat menjadi wadah untuk meningkatkan daya tawar petani sekaligus memastikan mereka tidak berjalan sendiri ketika berhadapan dengan industri.
Prof. Wardis berharap hilirisasi ubi kayu dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan antara petani, investor, dan pemerintah. Dengan kemitraan yang adil, pengembangan industri tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan petani di Buru Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....