Lapas Ambon Panen Selada, Wujud Nyata Dukung Kemandirian Pangan
- 06 Agt 2026 13:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan produktivitasnya melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, warga binaan pemasyarakatan berhasil memanen 8 kilogram sayur selada segar. Hasil panen berkualitas tinggi tersebut langsung dipasarkan kepada keluarga warga binaan yang tengah berkunjung ke lapas, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan panen ini merupakan wujud nyata dukungan Lapas Ambon terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan melalui sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan.
Staf Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Ambon, M. Imbran, menjelaskan bahwa proses penanaman hingga masa panen selada ini dirawat secara intensif oleh para warga binaan dengan pendampingan ketat dari petugas. Ia menyebutkan bahwa hasil panen kali ini langsung diserap oleh keluarga pengunjung karena kualitas sayurnya yang segar dan higienis.
"Perawatan tanaman selada ini membutuhkan ketelatenan mulai dari penyemaian hingga masa panen. Puji Tuhan, hasilnya sangat memuaskan, sebanyak 8 kg selada langsung habis terjual kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung hari ini," tutur M. Imbran saat ditemui di lokasi kebun.
Salah seorang warga binaan yang berpartisipasi dalam program ini dengan inisial C mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya. Ia menceritakan bagaimana pengalaman bertani di dalam lapas memberikan keahlian baru sekaligus penghasilan tambahan bagi dirinya.
"Kami sangat senang bisa dilibatkan dalam program pertanian ini. Selain mendapat ilmu baru cara menanam selada yang benar, kami juga mendapatkan uang premi dari hasil penjualan yang bisa dikumpulkan untuk kebutuhan di dalam maupun saat bebas nanti. Terima kasih kepada Kalapas dan petugas Giatja yang terus membimbing kami," ungkap C dengan penuh antusias.
Menariknya, dari hasil penjualan selada tersebut, warga binaan yang terlibat secara aktif mendapatkan hak berupa premi sebagai bentuk insentif atas kerja keras mereka. Sesuai dengan aturan yang berlaku, separuh dari hasil penjualan akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Ambon, Hendra Budiman, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan program pembinaan ini. Beliau menyatakan bahwa pembinaan kemandirian seperti bercocok tanam tidak hanya mengisi waktu luang warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan produktif yang berguna setelah bebas nanti.
"Kami sangat bersyukur program pertanian ini terus menunjukkan hasil positif. Panen selada sebanyak 8 kg ini membuktikan bahwa warga binaan memiliki potensi besar jika diberikan pelatihan dan sarana yang tepat. Ini adalah langkah konkret kami dalam menyukseskan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian pangan," ujar Hendra.
Keberhasilan panen selada ini semakin memotivasi jajaran Lapas Ambon untuk terus mengembangkan sektor pertanian di area pembinaan. Melalui sinergi yang baik antara petugas dan warga binaan, Lapas Ambon optimis dapat terus mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi secara positif kembali ke tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....