Beras Ubi Kayu & Bioetanol Jadi Produk Unggulan Hilirisasi Ubi Kayu di Bursel

  • 05 Agt 2026 06:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Produk turunan dari program hilirisasi ubi kayu di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akan difokuskan pada pengembangan beras ubi kayu dan bioetanol sebagai komoditas pangan dan energi. Bupati Bursel, La Hamidi mengatakan pengembangan tersebut diyakini mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bursel menargetkan pengembangan lahan ubi kayu seluas 12 ribu hektare. Lahan itu nantinya akan dikembangkan melalui skema lahan inti dan lahan plasma.

La Hamidi menjelaskan, kebutuhan bibit unggul saat ini sedang dipersiapkan melalui komunikasi dengan sejumlah daerah penghasil, seperti Lampung dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Bibit tersebut memiliki potensi produksi mencapai 40 hingga 50 ton per hektare sehingga dinilai mampu meningkatkan produktivitas petani.

“Saat ini tahapan programnya sudah 75 persen dan kita sementara menyiapkan hal-hal lain untuk sampai 100 persen,” ucapnya.

Bupati mengaku, saat ini kendala yang dihadapi yakni luas Areal Penggunaan Lain (APL) di Kabupaten Bursel hanya sekitar 10 persen dari total wilayah. Kondisi itu membuat pemerintah daerah harus memperjuangkan pemanfaatan kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

“Proses perubahan status kawasan tersebut membutuhkan waktu karena harus melalui mekanisme yang berlaku dan kita minta pendampingan pak gubernur, untuk mempercepat membebaskan kawasan ini,” ujar La Hamidi.

Ia menambahkan, apabila kawasan HPK dapat dimanfaatkan, Kabupaten Bursel akan memiliki lebih dari 30 ribu hektare lahan yang bisa dikembangkan untuk berbagai sektor produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....