Per Juli 2026, Maluku Nol Kasus Keracunan Pangan Program MBG
- 15 Jul 2026 13:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon berhasil menekan risiko kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku. Hingga pertengahan Juli 2026, tidak ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan pada program tersebut setelah sebelumnya tercatat tujuh kasus pada tahun 2025.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM di Ambon, M. Viva Agusta mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan inovasi “Pala Voor MBG” yang digagas BPOM di Ambon sejak awal pelaksanaan program MBG. Inovasi ini dirancang sebagai upaya mitigasi risiko keamanan pangan melalui edukasi, pendampingan, serta pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan.
“Tujuan akhir dari inovasi Pala Voor MBG adalah bagaimana pangan yang dihasilkan aman dikonsumsi dan kita bisa mencegah terjadinya KLB kesehatan pangan,” ujarnya dalam dialog Aspirasi Maluku di PRO1 RRI Ambon, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan melalui inovasi tersebut adalah memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada SPPG mengenai cara pengolahan pangan yang baik serta pemenuhan standar keamanan pangan. Dari 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi hingga Juli 2026, sebagian besar telah mendapatkan bimtek.
Selain edukasi, BPOM di Ambon juga melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang diterima oleh sekolah penerima manfaat MBG. Hasil pengujian terhadap 59 sampel secara acak menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, maupun metanil yellow.
Ditambahkan, BPOM di Ambon juga membangun komunikasi intensif dengan para pengelola SPPG melalui grup koordinasi bersama untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan kendala di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG di Maluku.
“Alhamdulillah sampai 15 Juli 2026, kita bersyukur tidak ada kasus KLB kesehatan pangan pada Program MBG di Maluku,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....