Produksi Pala Maluku Capai 6.000 Ton Setahun, Pemerintah Dorong Hilirisasi
- 02 Mar 2026 09:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Produksi pala di Maluku mencapai sekitar 6.000 ton per tahun, dengan Pulau Banda menjadi salah satu penyumbang terbesar. Komoditas ini menjadi andalan bagi perekonomian lokal, namun selama ini ekspor pala dari Maluku masih terbatas.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda mengatakan sebagian besar pala asal Maluku dikirim ke Surabaya untuk diproses dan diuji mutu sebelum diekspor ke pasar internasional.
“Tantangan utama kita adalah mengurus administrasi dan pengujian mutu agar ekspor bisa lebih langsung dari Maluku,” ujar kadis.
Untuk meningkatkan nilai tambah lanjutnya, Pemerintah Provinsi Maluku mendorong program hilirisasi pala dan kelapa dalam. Program ini merupakan bagian dari inisiatif business-to-business (B2B) yang didanai oleh BUMN Danantara dan sebagai pelaksana program hilirisasi yakni PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 8 yang berlokasi di di Awaya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.
Ditambahkan, Dinas Pertanian Maluku akan mengawal seluruh proses administrasi dan teknis agar proyek berjalan lancar. Groundbreaking program ini rencananya akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia dalam waktu dekat.
Program hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan nilai jual pala serta kelapa, tetapi juga membuka peluang ekspor langsung dari Maluku ke pasar internasional, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani lokal.
“Rencana hilirisasi akan menggerakkan di sektor hulu dan mana bisa meningkatkan terutama pendapatan petani kita,” ucapnya.