Gubernur Maluku Tekankan Swasembada dan Hilirisasi pada Rakor Pertanian 2026

  • 27 Feb 2026 12:25 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Pertanian Tahun 2026 di Kantor Gubernur Maluku, Jumat 27 Februari 2026. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya swasembada pangan dan hilirisasi komoditas unggulan sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Lewerissa, swasembada pangan merupakan bagian dari prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. Kebijakan tersebut menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta penguatan ekonomi di berbagai sektor.

Swasembada pangan tidak boleh dimaknai hanya sebatas beras sebagai pangan utama. Pemerintah daerah harus mendorong penguatan pangan lokal guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Maluku.

“Sejumlah komoditas lokal dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai sumber karbohidrat alternatif. Diantaranya sagu, ubi kayu, sukun, hotong, dan jagung yang telah lama dikonsumsi masyarakat Maluku,” ucapnya.

Gubernur menegaskan pembangunan pertanian harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas kabupaten/kota menjadi kunci efektivitas program.

Dalam rakor tersebut, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di masing-masing wilayah.

Lewerissa berharap rakor tersebut menghasilkan rumusan pembangunan pertanian berbasis pangan lokal dan hilirisasi komoditas. Ia menekankan program tersebut harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita