Kurangi Ketergantungan Beras, Pemerintah Dorong Konsumsi Pangan Lokal Maluku

  • 26 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pertanian mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras. Kepala Dinas Pertanian Maluku Ilham Tauda menekankan pentingnya kampanye dan sosialisasi pola makan sehat berbasis pangan lokal.

Dikatakan, beberapa komoditas pangan lokal yang dikembangkan antara lain jagung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, sukun di Pulau Ambon, hotong di Pulau Buru, serta ubi kayu di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Komoditas ini diharapkan menjadi alternatif sumber karbohidrat bagi masyarakat.

Ia menyoroti permasalahan meningkatnya konsumsi beras di tingkat masyarakat. “Ini menjadi tanggung jawab dan kerja keras kita agar desa-desa penghasil pangan lokal tidak beralih ke konsumsi beras,” ujar Ilham.

Menurutnya, kampanye dan sosialisasi sangat penting untuk menanamkan kesadaran bahwa sumber karbohidrat bukan hanya beras, tetapi juga pangan lokal yang menyehatkan dan bernilai ekonomi tinggi bagi petani.

Ubi kayu menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam skala pengembangan Pemerintah Maluku, terutama di sentra produksi seperti Tual dan Maluku Tenggara. Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat kembali mengapresiasi dan mengonsumsi pangan lokal.

Ditambahkan, rata-rata konsumsi beras per kapita di Maluku saat ini mencapai 79 hingga 80 kilogram per tahun. Ia menegaskan pentingnya menurunkan angka ini dan menggantinya sebagian dengan pangan lokal agar ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dapat terjaga.

“Saya kira perlu kita turunkan pola konsumsi kita sehingga bisa digantikan oleh pangan lokal kita,” ucapnya.

Rekomendasi Berita